Crispy

Sutradara Top Spanyol Pedro Almodovar di Cannes Gunakan Pin ‘Free Palestine’, Sebut Trump, Netanyahu, dan Putin Sebagai ‘Monster’

JERNIH – Panggung Festival Film Cannes ke-79 di Prancis mendadak riuh oleh aksi protes politik yang berani. Sutradara legendaris asal Spanyol, Pedro Almodovar, secara terbuka melayangkan kritik super tajam dengan menyebut Donald Trump, Benjamin Netanyahu, dan Vladimir Putin sebagai “monster” yang harus dilawan oleh masyarakat Eropa.

Pernyataan frontal tersebut disampaikan Almodovar dalam konferensi pers pada Rabu (20/5/2026), di mana ia tengah mempresentasikan film kompetisi terbarunya yang berjudul “Bitter Christmas” (Amarga Navidad).

Tidak hanya lewat kata-kata, sutradara yang terkenal lewat mahakaryanya “Talk to Her” dan “Volver” ini juga mempertegas sikap politiknya dengan mengenakan pin bertuliskan “Free Palestine” di kerah jasnya sebagai bentuk kecaman nyata terhadap perang genosida Israel di Gaza.

“Sebagai orang Eropa, kita juga berkewajiban untuk menjadi semacam perisai pelindung dari monster-monster seperti Trump, Netanyahu, atau pemimpin Rusia (Putin) itu,” tegas Almodovar di hadapan para awak media internasional.

Kritik keras Almodovar ini menggaungkan kembali pernyataan serupa yang dilontarkan oleh aktor watak peraih piala Oscar, Javier Bardem, pada hari Minggu lalu di festival yang sama.

Bardem (57) sebelumnya sempat meluapkan kekesalannya dengan mengutuk “maskulinitas beracun” (toxic masculinity) dari ketiga pemimpin dunia tersebut dalam sebuah pidato emosional yang dipenuhi kata-kata umpatan, sekaligus menyoroti bagaimana narasi tentang Palestina di Hollywood kini mulai berubah drastis.

Ketika ditanya apakah sikap vokal ini akan mengancam kariernya di industri perfilman global, Bardem menjawab dengan sangat percaya diri:

“Saya tidak khawatir karena saya cukup beruntung masih bisa bekerja. Saya beruntung berada di posisi di mana saya bisa mengekspresikan diri secara bebas, tahu bahwa tawaran kerja tetap ada. Saya membayangkan ada orang yang lebih takut mereka tidak akan dipanggil (main film) karena bersuara, tapi itu bukan kasus saya,” ujar Bardem.

Javier Bardem menambahkan bahwa situasi saat ini justru berbalik positif bagi para pekerja seni yang membela kemanusiaan. Dukungan terhadap Palestina tidak lagi menjadi hal tabu yang menghancurkan karier di dunia barat.

Bardem mengaku justru semakin banyak menerima tawaran proyek film karena narasi global seputar Palestina di industri hiburan saat ini sedang mengalami pergeseran besar. Menurutnya, narasi industri perfilman sekarang tidak lagi dikontrol secara ketat oleh kelompok-kelompok yang selama ini selalu memegang kendali penuh atas opini publik.

“Sebaliknya, sekarang kita semua memahami bahwa ada konsekuensi besar yang harus ditanggung ketika Anda mendukung atau membenarkan sebuah genosida seperti yang sedang terjadi saat ini. Dan masyarakat dunia tahu akan hal itu,” tambah Bardem.

Back to top button