Trump Umumkan Segera Tinggalkan Iran, AS Tolak Amankan Selat Hormuz

Salah satu poin paling kontroversial dari pernyataan Trump adalah penolakannya untuk terus mengamankan Selat Hormuz—jalur nadi minyak dunia yang saat ini diblokade oleh Iran sebagai aksi balasan.
JERNIH – Presiden Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat di Iran akan selesai “sangat segera,” dengan estimasi waktu sekitar dua hingga tiga minggu ke depan. Pernyataan ini disampaikan di tengah tekanan hebat akibat lonjakan harga bahan bakar global sejak perang pecah pada 28 Februari lalu.
Trump menegaskan bahwa penarikan pasukan ini tidak bergantung pada kesepakatan damai apa pun dengan Teheran. Bagi Trump, misi utama AS bukan untuk bernegosiasi, melainkan memastikan kemampuan nuklir Iran lumpuh total.
Dalam keterangannya di Ruang Oval, Selasa (31/3/2026), Trump menyatakan bahwa relevansi kesepakatan dengan Iran sudah tidak lagi penting. “Kita sedang menyelesaikan pekerjaan ini. Begitu kita merasa mereka sudah kembali ke ‘zaman batu’ untuk waktu yang lama dan tidak akan mampu membangun senjata nuklir, maka kita akan pergi,” ujar Trump. “Apakah ada kesepakatan atau tidak, itu tidak relevan.”
Salah satu poin paling kontroversial dari pernyataan Trump adalah penolakannya untuk terus mengamankan Selat Hormuz—jalur nadi minyak dunia yang saat ini diblokade oleh Iran sebagai aksi balasan.
Trump secara terang-terangan meminta negara-negara sekutu maupun rival, termasuk China dan Prancis, untuk mengerahkan militer mereka sendiri jika ingin mengamankan pasokan minyak. “Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka harus pergi sendiri ke Selat Hormuz dan melindungi diri mereka sendiri. Tidak ada alasan bagi kita untuk melakukannya,” tegas Trump melalui unggahan di Truth Social.
Sikap ini diambil setelah banyak sekutu AS menolak memberikan bantuan militer saat diminta Washington untuk membebaskan lalu lintas kapal tanker di awal konflik.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memperkuat sinyal tersebut dengan menyebut hari-hari mendatang sebagai fase “penentuan.” Hegseth, yang baru saja melakukan kunjungan rahasia ke markas CENTCOM, menegaskan bahwa Iran sudah berada dalam posisi militer yang tidak berdaya.
Meskipun Trump berbicara soal penarikan pasukan, Hegseth menolak untuk mengesampingkan peran pasukan darat AS dalam fase akhir ini untuk memastikan “pekerjaan” tersebut benar-benar tuntas.
Dunia kini menanti detail lebih lanjut. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Trump akan menyampaikan Pidato Nasional pada Rabu malam pukul 21.00 waktu setempat (Kamis pagi pukul 08.00 WIB).
Pidato ini diprediksi akan menjadi pengumuman resmi mengenai timeline penarikan mundur pasukan dan strategi AS selanjutnya di Asia Barat setelah apa yang mereka klaim sebagai “penghancuran kekuatan Iran.”






