Vladimir Putin Perintahkan Kemenhan Rusia Rekrut 147 Ribu Wajib Militer untuk Perang di Ukraina

- Sararan perekrutan adalah mereka yang lahir antara 1995 dan 2005.
- Pakar demografi Rusia memperkirakan 19 persen dari 770 ribu pria akan direkrut.
JERNIH — Presiden Vladimir Putin menandatangani perintah untuk Kementerian Pertahanan Rusia merekrut 147 ribu tentara wajib militer.
The Moscow Times memberitakan mengawali kampanye wajib militer, Sabtu 1 April. Perekrutan dijadwalkan 15 Juli, dengan sasaran pria berusia antara 18 sampai 27 tahun.
Agentstvo, outlet berita independen, mengatakan petugas pendaftaran juga akan menindak wajib militer yang menolak target ambisius Putin.
Pakar militer mengatakan calon wajib militer yang lahir antara 1995 dan 2005 tidak cukup memenuhi permintaan yang meningkat, meski angka kelahiran tersu meningkat sejak tahun 2000.
“Jelas tidak ada lonjakan angka kelahiran. Jadi, idenya adalah menangkap sebanyak mungkin orang yang menghindari wajib militer,” kata Ilya Kashnitsky, profesor demografi Universitas Denmark Selatan.
Alexei Raksha, pakar demografi Rusia, memperkirakan 19 persen dari 770 ribu pria yang lahir tahun 2004 akan mendapatkan draf makalah selama pemanggilan musim semi tahun ini.
“Jika draf musim gugurnya sama, total 38 persen generasi 2004 akan direkrut tahun ini,” kata Raksha.
Staf umum Rusia mengatakan tidak ada tentara wajib militer dalam kampanye perekrutan baru yang akan dikirim ke Ukraina. Draf dua tahunan memungkinkan wajib militer berperang di luar negeri setelah hanya empat bulan pelatihan militer.
Sekitar 400 ribu tentara kontrak saat ini bertugas di AB Rusia. Presiden Putin meningkatkan angka panggilan musim semi, setelah memberi lampu hijau proposal Desember lalu kepada Menhan Sergei Shoigu, untuk meningkatkan personel militer Rusia dari 1,15 juta menjadi 1,5 juta.