Crispy

WHO: Jangan Lagi Gunakan Booster, Negara Miskin Juga Perlu Vaksin

  • Pakar masih berdebat soal perlu atau tidak suntikan penguat untuk melindungi warga dari varian Delta.
  • Perhatikan negara-negara miskin yang belum kebagian vaksin.

JERNIH — Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyeru penghentian suntikan vaksin penguat (booster) setidaknya sampai akhir September 2021.

“Saya memahami kepedulian semua pemerintah untuk melindungi rakyatnya dari varian Delta,” kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus. “Kami tidak dapat menerima negara-negara yang telah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global menggunakan lebih banyak lagi.”

Seruan ini adalah pernyataan terkuat WHO pada saat setiap negara mempertimbangkan perlunya booster untuk memerangi varian Delta, strain yang kali pertama diidentifikasi di India dan kini menyebar ke 89 negara.

Negara-negara berpenghasilan tinggi memberikan sekitar 50 dosis untuk setiap 100 orang sepanjang Mei 2021. Jumlah itu meningkat dua kali lipat.

Negara-negara berpenghasilan rendah hanya mampu memberikan 1,5 dosis untuk setiap 100 orang, karena kekurangan pasokan.

“Kami membutuhkan pembalikan mendesak dari sebagian besar vaksin dikonsumsi negara-negara berpenghasilan tinggi ke mayoritas berpenghasilan rendah,” kata Dr Tedros.

Untuk melawan penyebaran varian Delta, beberapa negara mulai mengunakan atau mempertimbangkan kebutuhan dosis booster. Padahal, ilmuwan masih memperdebatkan tentang perlu atau tidak suntikan booster.

“Fakta bahwa kami memvaksinasi orang dewasa yang sehat dengan dosis booster adalah cara berpikir picik,” kata Elin Hoffmann Dahl, penasehat medis penyakit menular untuk kampanye aksies Medecins Sans Frontieres.

“Dengan kemunculan varian baru, dan kita terus membiarkan sebagian besar dunia tidak divaksinasi, kita pasi akan membutuhkan vaksin yang disesuaikan dengan masa depan,” lanjut Dahl.

Pekan lalu, Presiden Israel Isaac Herzog menerima suntikan ketiga vaksin virus korona, memulai kampanye pemberian dosis booster kepada penduduk lansia.

AS menandatangani kesepakatan dengan Pfizer-BioNTech untuk membeli 200 juta dosis tambahan, sebagai langkah akan kemungkinan dosis tambahan.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close