Crispy

Iran Sebut Sistem Persenjataannya yang Rusak Selama Perang Berhasil Dibangun Kembali

JERNIH — Militer Iran memamerkan kebangkitan kekuatan tempurnya di tengah kecamuk perang melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel. Teheran mengklaim seluruh alutsista dan sistem persenjataan yang sempat rusak akibat gempuran musuh kini telah rampung diperbaiki (rebuilt), bahkan diperkuat dengan pasokan alutsista impor baru.

Tak hanya itu, Republik Islam tersebut mengumumkan pergeseran radikal dalam strategi militernya: beralih dari doktrin bertahan (defensive) menjadi doktrin penyerangan (offensive).

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Mohammad Akraminia, menegaskan dalam siaran televisi pemerintah pada Rabu bahwa kapabilitas tempur Iran saat ini telah berlipat ganda.

“Sistem persenjataan di seluruh matra militer, termasuk yang sempat rusak, telah selesai dibangun kembali. Sistem-sistem baru juga telah didatangkan dari industri pertahanan dalam negeri maupun diimpor dari luar negeri. Ini secara signifikan meningkatkan kemampuan tempur kami,” tegas Akraminia.

Perubahan doktrin militer ini membuka ruang bagi Iran untuk meluncurkan serangan mendahului (pre-emptive strike) terhadap titik-titik vital musuh tanpa harus menunggu diserang terlebih dahulu.

Akraminia berargumen bahwa langkah tersebut sah secara hukum internasional dan Piagam PBB, selama memenuhi prinsip proporsionalitas dan kebutuhan militer di lapangan.

Di ranah maritim, Teheran kian memperketat cengkeramannya di jalur lalu lintas energi dunia. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengungkapkan bahwa Iran dan Oman telah mencapai kesepahaman baru terkait kerangka tata kelola pelayaran di Selat Hormuz.

Dalam aturan baru yang sedang difinalisasi tersebut, seluruh jenis kapal perang atau armada militer asing dilarang keras melintas. “Jika kesepahaman ini telah mengikat secara hukum, tidak ada satu pun kapal militer yang diizinkan melintasi Selat Hormuz. Sama sekali tidak ada,” tambah Gharibabadi.

Langkah tegas ini mempertegas pesan Teheran kepada Washington dan sekutunya bahwa Iran siap mengendalikan penuh dinamika militer dan jalur logistik di kawasan Teluk.

Back to top button