Satu Lagi Aset PBB Dilibas Zionis, Israel Duduki Pusat Pelatihan UNRWA di Yerusalem Timur

JERNIH — Pasukan keamanan Israel secara paksa menguasai dan menduduki fasilitas pusat pelatihan vokasi milik Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) di pinggiran Yerusalem Timur pada Selasa. Langkah kontroversial ini menandai babak baru dari upaya sistematis Israel untuk melarang dan mendepak seluruh operasional badan kemanusiaan PBB tersebut dari wilayah kekuasaannya.
Pengambilalihan paksa Qalandia Training Centre—fasilitas historis yang berdiri sejak 1952 dan melatih sekitar 340 pemuda Palestina dari Tepi Barat setiap tahunnya—memicu kecaman keras dari Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa tindakan tegas tersebut dieksekusi atas instruksi langsung sang PM guna menjalankan undang-undang yang melarang aktivitas UNRWA di wilayah Israel.
“Atas arahan saya dan sesuai undang-undang yang telah disahkan, hari ini pengosongan kompleks UNRWA di Kafr Aqab, Yerusalem, telah dimulai,” bunyi pernyataan resmi Kantor PM Netanyahu. “Negara Israel tidak akan membiarkan organisasi yang pegawainya terlibat dalam terorisme dan pembantaian 7 Oktober untuk beroperasi di wilayahnya.”
Pihak UNRWA mengungkapkan bahwa sekitar pukul 10.00 waktu setempat, setidaknya empat kendaraan lapis baja yang mengangkut lebih dari 50 personel keamanan Israel menerobos masuk secara paksa ke dalam kompleks. Saat serbuan terjadi, terdapat sekitar 20 staf PBB yang sedang bertugas di lokasi.
Menteri Keamanan Nasional Israel dari fraksi sayap kanan radikal, Itamar Ben-Gvir, merayakan penguasaan fasilitas PBB tersebut melalui media sosialnya. Ia mengunggah foto bendera Israel yang mengangkasa di atas gerbang masuk kompleks.
“Pasukan besar Kepolisian Israel beroperasi untuk menegakkan hukum dan mengusir UNRWA dari lokasi tersebut,” tulis Ben-Gvir di Telegram, disertai takarir bernada jumawa: “UNRWA kini di tangan kita.”
| Informasi Fasilitas | Catatan Operasi Lapangan |
| Nama Kompleks | Qalandia Training Centre (UNRWA) |
| Lokasi | Antara Kafr Aqab dan Kamp Pengungsi Qalandia, Yerusalem Timur |
| Tahun Berdiri | 1952 (Melatih ~340 pemuda Tepi Barat per tahun) |
| Kekuatan Pasukan | 4 kendaraan lapis baja & >50 personel keamanan bersenjata |
| Rencana Israel | Alih fungsi lahan menjadi kompleks pendidikan & komunitas lokal |
Melalui juru bicaranya, Sekjen PBB António Guterres mengaku “sangat terkejut dan prihatin” atas aksi pendudukan tersebut. PBB menegaskan bahwa seluruh aset dan bangunan UNRWA merupakan properti PBB yang dilindungi oleh imunitas internasional serta tidak boleh diintervensi oleh pihak mana pun.
Namun, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, berkalih bahwa UNRWA sama sekali tidak memiliki hak kepemilikan atas tanah di Kafr Aqab tersebut. Pemerintah Kota Yerusalem dilaporkan langsung memulai proyek perataan tanah untuk membangun “kompleks komunitas baru”.
Sengketa ini merupakan buntut dari pengesahan undang-undang Israel pada Januari 2025 yang memutuskan hubungan diplomatik dan melarang total kegiatan UNRWA. Meskipun serangkaian investigasi independen internasional—termasuk yang dipimpin mantan Menlu Prancis Catherine Colonna—menemukan tidak adanya bukti kuat yang mendukung tuduhan keterlibatan massal staf UNRWA dalam aksi terorisme, Israel tetap melanjutkan pengambilalihan paksa aset-aset PBB di Yerusalem Timur.






