Guardiola Tanda Tangani Jersey Tim Gaza, Dukung Para Pemain Sepak Bola Amputasi

Gaza Al-Irada FC mengatakan bahwa kaus yang ditandatangani Pep Guardiola melambangkan solidaritas global dengan para pemain yang terus berlatih dan berkompetisi meskipun dikelilingi oleh kehancuran.
JERNIH – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menandatangani jersey milik tim nasional Palestina sebagai bentuk dukungan untuk tim sepak bola penyandang disabilitas yang berbasis di Gaza.
Aksi tersebut diungkapkan oleh Gaza Al-Irada FC, yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Gaza of Will, melalui sebuah unggahan di platform media sosial AS, Instagram. Momen ini menggambarkan jembatan simbolis antara atlet lokal bertahan dalam kondisi yang dilanda perang dan komunitas sepak bola global yang lebih luas.
Dalam pernyataannya, tim tersebut menggambarkan tindakan itu sebagai penegasan ketahanan dan pengakuan internasional. “Dari jantung Gaza hingga puncak dunia sepak bola. Para pahlawan kami di Tim Gaza Will (Amputasi Sepak Bola) menerima pesan khusus dan tanda tangan dari ‘filsuf’ Pep Guardiola,” kata tim tersebut.

Para pemain Gaza itu menyampaikan apresiasi mereka kepada Guardiola, mantan pemain profesional kelahiran Spanyol yang kini menjadi manajer, dan menekankan bahwa kaus yang ditandatangani tersebut memiliki makna yang jauh melampaui olahraga.
“Jersey ini bukan sekadar selembar kain, tetapi medali kebanggaan setiap pemain yang menantang cedera dan mengejar mimpinya. Terima kasih Guardiola karena telah melihat dalam diri kami apa yang kami lihat dalam diri kami sendiri: pahlawan yang tidak mengenal kata mustahil,” tambah pernyataan itu.
Foto-foto yang diedarkan oleh tim menunjukkan para pemain amputasi berpose di samping gambar Guardiola yang memegang Koufiyyeh Palestina, memperkuat sifat simbolis dari pertukaran tersebut.
Tim Gaza Al-Irada FC sebelumnya telah membagikan rekaman para pemainnya yang berlatih dan berkompetisi di antara reruntuhan bangunan yang hancur, menekankan tekad mereka untuk terus bermain meskipun menghadapi tantangan berat di wilayah tersebut.
Melalui pesan terbarunya, klub tersebut menggambarkan gestur Guardiola sebagai pengakuan bukan hanya atas ketekunan atletik, tetapi juga atas perjuangan yang lebih luas untuk mempertahankan harapan melalui olahraga di bawah keadaan luar biasa.
Sikapnya itu muncul di tengah agresi Israel yang terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah diumumkan sejak Oktober. Perlu dicatat bahwa media Israel, mengutip pejabat militer senior, baru-baru ini melaporkan bahwa militer Israel sekarang mengakui sekitar 70.000 warga Palestina telah tewas selama perang Israel di Gaza.
Sejak Oktober 2023, Asosiasi Sepak Bola Palestina melaporkan bahwa setidaknya 800 atlet dan pejabat olahraga telah tewas. Angka tersebut termasuk 421 pemain sepak bola, di antaranya 103 anak-anak, yang mengambarkan dampak buruk yang besar terhadap komunitas olahraga di wilayah tersebut.
Asosiasi tersebut juga menyatakan bahwa hampir 300 fasilitas olahraga telah dihancurkan selama genosida Israel, termasuk kantor pusatnya sendiri, yang menandai pukulan signifikan bagi infrastruktur atletik Palestina.






