Pelari Maraton Hong Kong Didiskualifikasi Karena Menggendong Bayi Saat Lomba

- Dalam video tersebut, nomor peserta lari disematkan langsung pada jaket windbreaker merah muda milik bayi itu.
- Pria itu memulai maraton penuh pada pukul 6.25 pagi dan telah menempuh jarak 15 km dalam sebelum petugas turun tangan
JERNIH – Seorang pelari maraton di Hong Kong memicu kemarahan luas setelah terlihat menggendong bayi sebelum akhirnya didiskualifikasi dan dipaksa mundur dari perlombaan karena masalah keselamatan.
Rekaman dari Standard Chartered Hong Kong Marathon Minggu (18/1/2026)) menunjukkan seorang pria berlari dengan bayi yang digending di dadanya sementara pelari lain kebingungan saat melewatinya. Nomor dada pelari pria itu disematkan langsung pada jaket windbreaker merah muda milik bayi tersebut.
Video tersebut direkam oleh sesama pelari dan diambil di sepanjang Jalan Raya Kowloon Barat antara kilometer ke-5 dan ke-10 dari rute maraton penuh, seperti yang dilaporkan oleh surat kabar berbahasa Inggris yang berbasis di Hong Kong, South China Morning Post (SCMP). Dalam video tersebut, kepala bayi terlihat bergerak naik turun saat pelari berlari di sepanjang rute. Rekaman tersebut dengan cepat beredar di media sosial.
Warganet mengungkapkan keterkejutan dan kekhawatiran atas risiko yang dihadapi anak tersebut selama acara ketahanan fisik yang berdampak tinggi. Salah satu netizen berkomentar: “Saya bahkan tidak tahu harus berkata apa. Dia sengaja bertingkah keterlaluan hanya untuk menarik perhatian.”
Yang lain mengatakan betapa “gilanya” hal ini, mengingat cuaca di Hong Kong hangat dan bayi itu mengenakan jaket penahan angin. “Berlari sepanjang jalan sambil bayi diguncang-guncang, itu sungguh tidak bisa dipercaya.”
Yang lain mengatakan bahwa jika pria itu terjatuh, bayi itu bisa saja tertindas.
Asosiasi Atletik Hong Kong, Tiongkok (HKAAA), penyelenggara maraton, mengkonfirmasi bahwa petugas lomba meminta pelari yang melanggar aturan untuk mengundurkan diri dan segera meninggalkan lintasan lomba selama acara hari Minggu untuk memastikan keselamatan.
Menurut data pelacakan langsung, pria tersebut memulai maraton penuh pada pukul 6.25 pagi dan telah menempuh jarak sekitar 15 km dalam waktu dua jam 20 menit sebelum petugas turun tangan. Dia tidak menyelesaikan lomba, yang jaraknya sekitar 42 km.
Laporan media lain menyebutkan bahwa peraturan lomba melarang peserta membawa bayi, siapa pun yang berusia di bawah 16 tahun, atau individu tanpa nomor peserta lomba 2026 yang sah ke lintasan. Pelanggar akan segera dikeluarkan, didiskualifikasi, dan mungkin dilarang mengikuti acara di masa mendatang.
Insiden tersebut memunculkan pertanyaan tentang bagaimana pelari tersebut mampu melewati pemeriksaan keamanan dan memasuki lintasan tanpa terdeteksi.
Insiden tersebut kemudian memicu diskusi yang lebih luas tentang penegakan keselamatan perlombaan dan di mana penyelenggara harus menetapkan batasan antara tanggung jawab peserta dan keselamatan. Laporan media tidak menyertakan kutipan apa pun dari pelari yang didiskualifikasi tersebut.






