Dum Sumus

Alarm Keamanan Apple Berbunyi di 110 Negara, Pengguna iPhone Jadi Target Mercenary Spyware Canggih

JERNIH — Apple kembali menyalakan sinyal bahaya bagi para pengguna produknya di seluruh dunia. Raksasa teknologi asal Cupertino tersebut resmi mengirimkan gelombang peringatan dini terkait ancaman mercenary spyware (perangkat pengintai bayaran) tingkat tinggi yang menyasar para pemilik iPhone di 110 negara.

Notifikasi darurat ini dikirimkan serentak melalui surat elektronik (email), pesan di Layar Kunci (Lockscreen), menu Settings, hingga pemberitahuan langsung pada akun Apple ID/Apple Account pengguna yang terindikasi menjadi target peretasan.

Berbeda dengan peretasan atau phishing biasa yang menyasar masyarakat umum secara acak, serangan mercenary spyware digolongkan sebagai ancaman siber paling berbahaya dan presisi di dunia. Serangan ini menggunakan teknologi canggih bernilai jutaan dolar yang umumnya dibeli oleh aktor negara (state-sponsored actors) dari perusahaan peretas swasta—salah satu yang paling tersohor adalah Pegasus buatan NSO Group asal Israel.

Target operasinya sangat spesifik, menyasar individu dengan profil sensitif seperti jurnalis, aktivis kemanusiaan, politisi, hingga diplomat. Apple sengaja tidak membeberkan secara detail nama para pelaku maupun metode teknis yang digunakan untuk mendeteksi ancaman tersebut demi mencegah penyerang mengubah taktik mereka.

“Jika kriteria deteksi diungkap secara terbuka, hal itu berpotensi membantu para pelaku spyware bayaran menyesuaikan cara kerja mereka guna menghindari deteksi di masa depan,” terang manajemen Apple dalam laman resminya.

Sejak pertama kali meluncurkan sistem peringatan ancaman pada 2021, Apple telah mengirimkan notifikasi serupa ke pengguna di lebih dari 150 negara. Bagi pengguna iPhone yang mendapati pesan peringatan khusus ini, Apple mendesak agar segera mengambil tindakan proteksi tingkat tinggi.

  1. Aktifkan Lockdown Mode: Fitur pertahanan ekstrem bawaan iOS yang akan membatasi fungsi sistem tertentu untuk menutup celah eksploitasi.
  2. Kontak Bantuan Keamanan: Menghubungi Digital Security Helpline dari organisasi Access Now untuk mendapatkan pendampingan teknis darurat.
  3. Pembaruan Perangkat Lemak (Update iOS): Memastikan sistem operasi selalu menggunakan versi paling mutakhir guna menambal celah zero-day.

Rilis peringatan ini bertepatan dengan langkah Apple yang baru saja melepas patch pembaruan darurat untuk menambal celah kritis pada fitur screen-sharing di macOS (Sonoma, Sequoia, dan Tahoe). Pengguna diimbau untuk selalu memperbarui perangkat, mengaktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA), serta mewaspadai tautan mencurigakan dari pengirim yang tak dikenal.

Back to top button