Politeia

Mutasi Besar-Besaran Polri, 1.121 Personel Bergeser, Polresta IKN Resmi Dibentuk

Jenderal Listyo Sigit Prabowo merombak struktur Korps Bhayangkara dengan merotasi 1.121 personel, termasuk pergantian 2 Kapolda dan 190 Kapolres.

WWW.JERNIH.CO – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan perombakan besar-besaran dalam struktur organisasinya. Melalui tujuh Surat Telegram (ST) Kapolri yang diterbitkan, Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi, memutasi, dan memberikan promosi jabatan kepada 1.121 personel perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen).

Langkah taktis Korps Bhayangkara ini tidak hanya sekadar penyegaran internal, tetapi juga menjadi tonggak sejarah baru dengan diresmikannya Kepolisian Resor Kota (Polresta) baru di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, gelombang mutasi kali ini didasari oleh kebutuhan penguatan kelembagaan, penyegaran organisasi, serta sistem merit yang melihat rekam jejak performa personel.

Dari 1.121 personel yang bergeser, sebanyak 748 personel mendapatkan promosi maupun perpindahan jabatan setara (flat). Skala rotasi kali ini menyentuh berbagai posisi krusial dari tingkat markas besar hingga kewilayahan.

Pergantian Dua Kapolda Baru

Di level pimpinan tinggi daerah, terdapat pergantian tongkat komando pada dua Kepolisian Daerah (Polda). Polda Aceh kini resmi dipimpin oleh Brigjen Pol. Ruddi Setiawan yang menggantikan Irjen Pol. Marzuki yang memasuki masa pensiun.

Polda Papua Barat Daya dipercayakan kepada Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pendidikan dan Letihan Khusus Kejahatan Transnasional (Kadiklatsusjatrans) Lemdiklat Polri, menggantikan Brigjen Pol. Gatot Haribowo yang dimutasi sebagai pati dalam rangka pensiun.

Selain dua posisi Kapolda, Polri turut merotasi tiga jabatan Wakil Kapolda (Wakapolda), yakni di wilayah Banten, Maluku, dan Papua Barat Daya.

Promosi Nyaris Dua Ratus Kapolres

Pada level komando operasional wilayah kabupaten/kota, Polri melakukan langkah penyegaran yang sangat masif. Tercatat ada 190 jabatan Kapolres, Kapolresta, Kapolrestabes, hingga Kapolres Metro di seluruh Indonesia yang mendapatkan promosi atau rotasi jabatan.

Pergeseran ini ditujukan untuk mendongkrak efektivitas pelayanan publik serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap dinamis dan kondusif.

Pembentukan Polresta IKN

Salah satu poin paling strategis dalam mutasi ini adalah kesiapan Polri dalam mengamankan pusat pemerintahan baru di Kalimantan Timur.

Polri secara resmi membentuk satuan kewilayahan baru setingkat Kepolisian Resor Kota (Polresta) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini diikuti dengan penunjukan Kapolres baru yang akan memimpin jalannya transisi pengamanan di wilayah episentrum nasional tersebut.

Kapolri menunjuk Kombes Pol. Leo Dedy Defretes sebagai Kapolresta IKN yang baru. Sebelum mengemban tugas bersejarah di Ibu Kota Nusantara, Leo Dedy Defretes menjabat sebagai Wadirreskrimum Polda Kalimantan Timur. Penunjukan perwira menengah berpangkat tiga melati emas ini terbilang sangat strategis, mengingat ia sudah memahami karakteristik wilayah Kalimantan Timur sehingga diharapkan dapat langsung tancap gas dalam membangun sistem pengamanan di kawasan IKN.

Selain penguatan di IKN, Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga memperluas jangkauan pelayanan dengan membentuk empat Polres Tipe D baru, meliputi wilayah; Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Sumba Tengah,    Kabupaten Konawe Kepulauan dan Kabupaten Banggai Laut

Tak hanya mendirikan polres baru, Polri juga menaikkan status delapan Polres Tipe D menjadi Polresta guna menyesuaikan pertumbuhan penduduk dan dinamika kejahatan yang meningkat. Wilayah yang mengalami peningkatan status ini adalah Karawang, Batang, Klaten, Tuban, Sumenep, Gowa, Banggai, dan Lombok Tengah.

Inklusivitas 45 Polwan Dapat Promosi

Mutasi kali ini juga menjadi angin segar bagi kesetaraan gender di tubuh Korps Bhayangkara. Polri memberikan ruang yang lebih luas bagi Polisi Wanita (Polwan) untuk menduduki posisi-posisi strategis.

Tercatat ada 45 personel Polwan yang mendapatkan promosi jabatan dalam gelombang mutasi ini, di mana 17 personel di antaranya sukses mendapatkan penugasan baru yang bersifat promosi langsung.

Secara keseluruhan, mutasi 1.121 personel ini diharapkan dapat memacu akselerasi kinerja Polri di daerah, menyukseskan transisi pengamanan di IKN, serta memastikan pelayanan kepolisian tetap prima di tengah perkembangan wilayah Indonesia yang semakin kompleks.(*)

BACA JUGA: DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri, Usia Pensiun Polisi Resmi Diperpanjang

Back to top button