PoliteiaVeritas

Perburuan El Mencho, 18 Jam Perang yang Mematikan

Butuh waktu 18 jam untuk menyelesaikan operasi militer ini. Perlawanan dari CJNG bahkan jauh lebih menggila menghadapi serbuan darat dan udara itu.

WWW.JERNIH.CO – Minggu, 22 Februari 2026, dalam sebuah operasi militer skala besar mengubah wilayah Jalisco menjadi medan perang. Pengejaran terhadap El Mencho tak bisa digolongkan sebagai operasi kepolisian biasa. Ini adalah salah satu perburuan manusia paling lama, intens, dan mahal dalam sejarah hubungan keamanan antara Meksiko dan Amerika Serikat.

Jika dirunut kembali, perburuan ini berlangsung selama kurang lebih 15 tahun. Intensitasnya meningkat drastis dalam satu dekade terakhir seiring dengan semakin ganasnya CJNG (Cártel de Jalisco Nueva Generación)  dalam mencengkeram jalur perdagangan narkoba global.

Operasi harus rapi mengingat El Mencho bukan seorang pengedar narkoba biasa. Ia adalah arsitek dari sebuah organisasi paramiliter yang memiliki disiplin militer tinggi dan persenjataan yang mampu menyaingi angkatan bersenjata negara.

Perjalanan El Mencho menjadi target utama dimulai pada periode 2010–2011. Setelah pecahnya Kartel Milenio, El Mencho mendirikan CJNG sebagai faksi yang memisahkan diri. Pada masa-masa awal ini, ia masih berada di bawah bayang-bayang raksasa seperti Kartel Sinaloa.

Pemerintah Meksiko dan DEA saat itu masih memusatkan seluruh sumber daya mereka untuk menangkap tokoh legendaris seperti Joaquín “El Chapo” Guzmán. Namun, di bawah radar otoritas, El Mencho justru membangun kekuatan dengan sangat cepat, merekrut mantan tentara bayaran, dan memperluas wilayah kekuasaannya melalui kekerasan yang ekstrem.

Sepak terjang CJNG mulai mengejutkan dunia pada Mei 2015. Dalam sebuah upaya penyergapan yang gagal, anak buah El Mencho melakukan perlawanan yang belum pernah terlihat sebelumnya: mereka menembak jatuh sebuah helikopter militer Cougar milik tentara Meksiko menggunakan peluncur roket (RPG).

Insiden berdarah ini menewaskan delapan tentara dan satu polisi federal. Sejak saat itu, status El Mencho berubah seketika menjadi musuh nomor satu negara. Ia bukan lagi sekadar pengedar narkoba, melainkan ancaman keamanan nasional yang serius.

Di bawah kepemimpinan El Mencho, CJNG berevolusi menjadi “perusahaan” kriminal global yang sangat efisien. Mereka tidak hanya mengirimkan kokain dan ganja, tetapi juga mendominasi pasar fentanyl dan metamfetamin yang jauh lebih menguntungkan sekaligus mematikan.

Yang membuat CJNG berbeda dari kartel lainnya adalah metode distribusinya yang agresif. Mereka dikenal sering menggunakan media sosial untuk memamerkan konvoi kendaraan lapis baja (yang mereka sebut sebagai “monster”) dan pasukan bersenjata lengkap dengan seragam taktis. Propaganda ini bertujuan untuk mengintimidasi rival dan menunjukkan kepada penduduk lokal bahwa mereka memiliki kontrol penuh atas wilayah tersebut.

Banyak orang bertanya mengapa butuh waktu 15 tahun untuk melumpuhkan satu orang. Ada beberapa faktor kunci yang membuat El Mencho sangat sulit ditangkap. Berbeda dengan El Chapo yang memiliki sisi narsistik dan sering ingin tampil atau bersosialisasi, El Mencho hidup seperti hantu. Ia sangat terisolasi dan jarang muncul di depan umum. Ia lebih memilih bersembunyi di pegunungan terpencil di Jalisco, Michoacán, dan Colima yang sulit diakses oleh kendaraan militer berat.

Ia membangun sistem keamanan yang sangat ketat menggunakan mantan personel pasukan khusus sebagai pengawal pribadinya. Selain itu, ia menerapkan kebijakan “plata o plomo” (perak atau timah) secara ekstrem, menyuap ribuan aparat dan membunuh siapa pun yang berani berkhianat. El Mencho benar-benar menjaga loyalitas tetapi di sisi lain juga intimidatif.

Selama beberapa tahun terakhir, El Mencho diketahui menderita penyakit ginjal kronis yang mengharuskannya menjalani cuci darah secara rutin. Ia bahkan membangun rumah sakit pribadinya sendiri di tengah hutan untuk menghindari deteksi di rumah sakit umum. Kondisi ini membuatnya jarang berpindah tempat, namun ia dijaga oleh lapisan keamanan yang jauh lebih tebal dari biasanya.

Operasi militer yang terjadi sangat intens selama kurang lebih 12 hingga 18 jam. Dimulai tepat pukul 03.00 pagi, pasukan khusus militer Meksiko bersama unit taktis udara melaksanakan fase infiltrasi senyap menuju zona pegunungan. Langkah ini dilakukan dengan presisi tinggi untuk menghindari radar serta jaringan informan kartel yang biasanya mengawasi setiap pergerakan di jalur-jalur utama menuju persembunyian sang gembong.

Memasuki pagi hari, suasana tenang berubah menjadi medan perang saat kontak senjata utama pecah. Selama empat hingga enam jam, pasukan pemerintah menghadapi perlawanan sengit dari unit paramiliter elit CJNG yang dipersenjatai dengan senjata kaliber berat dan peluncur roket (RPG).

Sengitnya pertahanan musuh memaksa militer mengerahkan helikopter serbu guna memberikan bantuan tembakan dari udara. Dukungan udara inilah yang menjadi kunci bagi pasukan darat untuk akhirnya mampu menembus perimeter pertahanan berlapis di safe house milik El Mencho.

Setelah pertahanan luar berhasil diruntuhkan pada siang hari, pasukan darat melanjutkan operasi dengan fase pembersihan gedung ke gedung yang memakan waktu tiga hingga lima jam. Di tengah puing-puing pertempuran itulah, El Mencho ditemukan dalam kondisi kritis akibat luka tembak. Meski sempat dievakuasi menggunakan helikopter medis untuk mendapatkan pertolongan darurat, sang buronan paling dicari tersebut akhirnya dinyatakan tewas dalam perjalanan menuju fasilitas medis militer.

Kendati target utama telah dilumpuhkan, ketegangan tidak langsung mereda. Hingga malam hari, operasi militer masih berlanjut untuk mengatasi respons brutal dari sel-sel CJNG yang melakukan serangan balasan di luar area persembunyian. Mereka melancarkan aksi narcobloqueos atau pembakaran kendaraan dan pemblokiran jalan raya guna menghambat mobilitas bala bantuan pemerintah.

Kematian El Mencho menandai runtuhnya puncak kepemimpinan CJNG, namun tantangan besar masih menanti. Sejarah menunjukkan bahwa tewasnya seorang gembong besar sering kali memicu kekosongan kekuasaan yang berujung pada perang saudara antar-faksi yang lebih berdarah. (*)

BACA JUGA: El Mencho sang Gembong Narkoba Meksiko Tewas

Back to top button