Politeia

Relawan Polisi Ini Rela tak Pulang Rumah untuk Kubur 70 Jenazah Covid

Tanpa disadari selama tiga bulan mereka telah memakamkan 70 jenazah Covid. Ia bahkan disebut warga kota Malang sebagai kasat pemakaman.

MALANG-Bahagia dan bangga yang dirasakan Kompol Sutiyono dan lima orang anggotanya saat menerima telepon dari Kapolri Jendral Idham Azis di sela waktu menunggu jenazah pasien Covid tiba di makam Sukun, Kota Malang.

Idham Azis yang mengetahui anak buahnnya menjadi petugas memakamkan jenazah Covid sengaja menelpon tim yang dipimpin Kompol Sutiyono ini untuk memberi apresiasi dan dukungan moril.

“Bagaimana keadaan kalian, berapa yang bertugas,? tanya Idham Azis. Lalu dijawab Kompol Sutiyono. “Siap jenderal, kami bertugas enam orang, dan sudah 68 jenazah yang kami makamkan jenderal,” jawab Sutiyono lantang.

Idham Azis kemudian melanjutkan perbincangan dengan keenam petugas itu, dan berpesan agar tetap menjaga kesehatan, tetap sesuai protokol kesehatan. “Selamat bekerja, salam untuk teman-teman lainnya ya,” kata Idham Azis menutup berbincangan melalui sambungan video call.

“Saya tentu senang dan tak menyangka dihubungi pak Kapolri dan dapat apresiasi dari pimpinan tertinggi polisi,” kata Sutiyono yang tidak menyangka dihubungi langsung oleh  Kapolri.

Keterlibatan Sutiyono, Kasat Intelkam Polresta Malang Kota dalam pemakaman korban Covid berawal dari pembentukan tim relawan Covid Polresta Malang Kota. Sutiyono kemudian ditunjuk Kapolres Malang, Kombespol Leonardus Simarmata untuk memimpin lima anggota relawan lainnya yakni Ipda Zainul Arifin, Aiptu Arif Santoso, Aipda Abdillah Cholid, Bripka Pery Budi dan Briptu Mubin Nurhuda menjadi tim relawan.

Simarmata mengatakan, awal pembentukan tim relawan adalah untuk memberikan edukasi tentang tata cara memakamkan jenazah Covid 19. Namun dalam perjalanannya, tim ini terjun langsung untuk memakamkan. Bahkan dalam sehari tim ini pernah memakamkan delapan jenazah covid 19.

“Awalnya kita ingin memberikan edukasi kepada seluruh anggota, dalam perjalanannya ternyata mulai ada pasien yang meninggal. setiap kali ada pasien yang meninggal selalu tim ini yang diminta bantuan, bahkan dalam sehari bisa 2 sampai delapan,” kata Kapolres.

Di lapangan, mereka bukan hanya menguburkan saja. Bahkan keenam polisi itu pun mensholatkan jenazah yang beragama muslim lantaran tak ada yang berani mensholatkan.

Sutiyono menyebut saat ini telah melakukan pemakaman sekitar 70 jenazah, yang datangnya bukan hanya siang saja namun juga ada yang datang dini hari.

Menurut Sutiyono, kendala dalam pemakanam jenazah Covid 19 ini adalah adanya perdebatan lantaran masih ada keluarga pasien yang menolak dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19. Dalam menghadapi hal tersebut, Ia pun bersama timnya harus memberikan pemahaman kepada kelurga pasien.

Sebagai langkah antisipasi kesehatan tim nya, Sutiyono bersama timnya rutin melakukan rapid test seminggu sekali. Ia juga menggunakan alkohol 70 persen untuk mencuci tangan setiap selesai memakamkan jenazah Covid 19.

Menyadari keselamatan keluarganya dari penularan Covid-19, Sutiyono bahkan sudah sejak Maret tidak bertemu anak istrinya yang berada di luar kota. Dan untuk mengobati rasa rindu dengan keluarga yang berada di luar kota, ia berkomunikasi dengan keluarganya melalui panggilan video call.

“Protes dari keluarga sudah pasti terutama dari putri bungsu saya, karena gak pulang-pulang. Tapi ini saya lakukan demi kemanusiaan dan menjaga keselamatan keluarga, lantaran saya bersinggungan langsung dengan pasien Covid 19,”.

(tvl)

Back to top button