POTPOURRI

Teguh Arief, Mantan Danjen Akademi TNI Resmi Pimpin Peruri

Pemerintah resmi menunjuk Letjen TNI (Purn.) Teguh Arief Indratmoko sebagai Direktur Utama Peruri yang baru. Apa tantangan Peruri?

WWW.JERNIH.CO – ​ Pucuk kepemimpinan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) resmi berganti. Melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) per Juli 2026, Pemerintah menunjuk Letnan Jenderal TNI (Purn.) Teguh Arief Indratmoko sebagai Direktur Utama baru menggantikan Dwina Septiani Wijaya yang telah menjabat selama delapan tahun. Langkah ini menandai pergeseran strategis di tubuh badan usaha milik negara (BUMN) yang memegang mandat krusial dalam keamanan dokumen dan mata uang negara.

Teguh Arief Indratmoko adalah purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer tahun 1988. Ia memiliki latar belakang militer yang sangat kuat di bidang infanteri, khususnya di komando pasukan khusus (Kopassus).

Sepanjang kariernya, jenderal bintang tiga ini pernah mengemban berbagai jabatan strategis, mulai dari Wakil Komandan Paspampres, Pangdam Iskandar Muda, Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad), hingga jabatan terakhirnya sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI.

Dari sisi relasi strategis, setelah purna tugas dari militer, Letjen Teguh aktif menjabat sebagai Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). GSN merupakan organisasi strategis berskala nasional yang didirikan dan dibina langsung oleh tokoh-tokoh kunci pemerintahan, yang bertujuan untuk menyatukan kekuatan bangsa.

Kedekatan dan kepercayaan dari lingkar kepemimpinan nasional inilah yang dinilai memperkuat posisinya untuk menakhodai BUMN sektor keamanan tinggi seperti Peruri.

Pemerintah sengaja memilih figur berlatar belakang militer karena Peruri bukan sekadar perusahaan komersial biasa, melainkan entitas yang menjaga kedaulatan dokumen negara. Di bawah kepemimpinan Letjen Teguh, Peruri dihadapkan pada beberapa tantangan utama. Di tengah tren cashless society (masyarakat nirkertas/tanpa tunai), volume pencetakan uang fisik cenderung mengalami pergeseran. Peruri dituntut memperkuat lini bisnis digitalnya (seperti e-meterai, tanda tangan digital, dan GovTech) sekaligus menangkal ancaman kejahatan siber yang makin canggih.

Peruri juga penting menjaga keandalan fitur pengaman (security features) pada uang Rupiah agar tidak dapat dipalsukan, yang memerlukan investasi teknologi tinggi secara konstan.

Sebagai BUMN yang sehat, Peruri didukung oleh fondasi keuangan yang solid. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi terbaru, total aset atau kekayaan yang dikelola oleh Peruri berada di kisaran Rp 6,3 triliun hingga Rp 6,5 triliun. Komposisi ini mencakup aset lancar (seperti kas dan setara kas yang kuat) serta aset tidak lancar berupa mesin-mesin cetak mutakhir bernilai tinggi. (*)

BACA JUGA: Lebih dari 50% Komisaris BUMN dari Jalur Politik

Check Also
Close
Back to top button