Solilokui

Pak Eli, Penuaan, Persahabatan

Saya senang jika orang yang saya kenal lalu menjadi teman baik, menjadi saudara. Dan saya agak gusar (katanya “agus” singkatan dari “anak gusar”), atau tidak nyaman, jika hubungan berhenti hanya semata transaksional — terlalu dingin dan sepi.

Oleh  : Agus Kurniawan

JERNIH–“Mau sholat dzuhur?”, Pak Eli menegur saat melihat saya celingukan. Lalu dia mengambilkan sarung dan sajadah yang bersih dan wangi, khusus disimpan di lemari kecil di bengkelnya yang sempit.

Pak Eli tukang AC mobil. Waktu muda “berkarir” di Asem Reges, Jakarta. Setelah tua ingin dekat ke anak cucu, membuka bengkel imut di bilangan Buah Batu, Bandung.

Agus Kurniawan

Saya mengenalnya sudah cukup lama. Lebih dari 10 tahun. Awalnya karena tiba-tiba AC mobil tua saya njeprut, dan saya mampir ke bengkel yang pertama terlihat. Sejak itu kami bersahabat. Atau bolehlah disebut berteman.

Saya memang menyukai pola hubungan seperti ini dalam banyak hal. Berawal tak sengaja ketemu, lalu dibangunlah relasi yang lama dan kuat, hingga hubungannya lebih dari sekedar bisnis. Saya senang jika orang yang saya kenal lalu menjadi teman baik, menjadi saudara. Dan saya agak gusar (katanya “agus” singkatan dari “anak gusar”), atau tidak nyaman, jika hubungan berhenti hanya semata transaksional — terlalu dingin dan sepi.

Persaudaraan atau persahabatan tentu punya konsekuensi. Kita harus banyak pemakluman. Seorang sahabat, Bos Eka Permana, CEO perusahaan IT, yang banyak memakai jasa teman-temannya sendiri, pernah mengingatkan saya, “Kalau sama teman, harus banyak maklum, Gus. Salah-salah dikit nggak papa. Kalau nggak gitu, ntar rusak persaudaraan.”

Tapi relasi semacam ini memberi manfaat non-material lebih banyak. Memberi kekayaan batin. Kita serasa punya saudara di berbagai tempat. Kalau dibilang membahagiakan, itu sangat membahagiakan.

Teh Ira Soesanto, sahabat saya, pernah menyebutkan: menurut penelitian, yang dibutuhkan seseorang yang mulai menua bukanlah harta atau kedudukan, tapi persahabatan dan persaudaraan. Ini penelitian lho.

Dan saya setuju, karena saya mulai merasakan bagaimana menjadi tua. Sahabat dan saudaralah yang membuat proses penuaan serasa lebih bermakna, serasa lebih ringan. [ ]

(goeska@gmail.com)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close