
Dalam hitungan hari, peta orang terkaya dunia berubah. Sergey Brin dan Larry Page melesat tajam, meninggalkan Bezos dan Ellison. Kunci utamanya: AI, Apple, dan valuasi fantastis Alphabet.
WWW.JERNIH.CO – Kabar mengejutkan datang dari daftar Forbes Real-Time Billionaires pada pertengahan Januari 2026. Dua pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page, mendadak melesat ke jajaran teratas orang terkaya dunia.
Lonjakan kekayaan ini begitu cepat dan signifikan hingga membuat Sergey Brin sempat mengungguli Jeff Bezos dan Larry Ellison, dua nama yang selama bertahun-tahun hampir selalu bertahan di lingkar elite miliarder global.
Perubahan peta kekayaan tersebut terjadi hanya dalam hitungan hari, seiring reli kuat saham Alphabet, perusahaan induk Google. Pasar merespons positif serangkaian perkembangan strategis yang mendorong valuasi Alphabet mencetak rekor baru dan menempatkannya di jajaran perusahaan paling bernilai di dunia.
Sebelum lonjakan ini, posisi Sergey Brin sebenarnya relatif stabil. Ia berada di kisaran peringkat lima hingga enam dunia, bersaing ketat dengan Jeff Bezos dan Larry Ellison dengan selisih kekayaan yang tipis.
Larry Page pun berada di zona aman pada peringkat tiga hingga empat, tanpa perubahan mencolok yang mengisyaratkan lonjakan besar dalam waktu dekat. Namun situasi tersebut berubah drastis ketika valuasi Alphabet menembus angka sekitar Rp62.800 triliun, sebuah tonggak historis yang mengubah peta peringkat miliarder global secara signifikan.
Kenaikan kekayaan Sergey Brin tidak terjadi secara kebetulan. Salah satu faktor terbesarnya adalah melesatnya nilai saham Alphabet setelah perusahaan tersebut resmi masuk klub eksklusif dengan valuasi di atas Rp60.000 triliun, sejajar dengan raksasa teknologi seperti Microsoft, Apple, dan Nvidia.
Sebagai pemegang saham utama, Brin langsung merasakan dampak finansial dari lonjakan tersebut.
Selain itu, kesepakatan strategis antara Google dan Apple menjadi katalis penting. Integrasi teknologi kecerdasan buatan Google ke dalam ekosistem Apple meningkatkan kepercayaan investor terhadap masa depan Alphabet, terutama dalam persaingan AI global.
Optimisme pasar semakin menguat ketika model AI Gemini mulai menunjukkan kontribusi finansial yang nyata, menegaskan posisi Google sebagai pemain utama yang mampu menantang dominasi OpenAI dan Microsoft.
Berdasarkan data Forbes per 14 Januari 2026, posisi Sergey Brin berada di urutan ketiga orang terkaya dunia. Kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar Rp3.980–4.010 triliun, dengan peringkat yang sempat berfluktuasi antara posisi tiga dan empat tergantung pergerakan saham harian.
Dalam fase ini, Brin berhasil melampaui Jeff Bezos dan Larry Ellison, sebuah momen langka mengingat keduanya hampir selalu berada di atasnya dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Sergey Brin masih berada di bawah dua tokoh besar. Elon Musk tetap bertengger kokoh di puncak sebagai orang terkaya dunia dengan kekayaan sekitar Rp11.380 triliun, ditopang oleh lonjakan valuasi SpaceX dan performa Tesla.
Di bawah Musk, Larry Page menempati posisi kedua dengan kekayaan sekitar Rp4.350 triliun, sedikit lebih tinggi dari Brin berkat porsi kepemilikan saham Alphabet yang lebih besar.
Pada pertengahan Januari 2026, lima besar orang terkaya dunia pun diisi oleh Elon Musk di posisi pertama, diikuti Larry Page, Sergey Brin, Jeff Bezos dengan kekayaan sekitar Rp3.970 triliun, serta Larry Ellison dengan sekitar Rp3.940 triliun.
Dominasi sektor teknologi terlihat semakin kuat, dengan hampir seluruh nama di papan atas berasal dari perusahaan berbasis inovasi digital dan kecerdasan buatan.
Lonjakan kekayaan dua pendiri Google ini menandai pergeseran penting dalam peta kekayaan global, di mana AI menjadi mesin utama pencipta nilai. Jika reli saham Alphabet terus berlanjut dan teknologi AI Google semakin menguat di pasar, bukan tidak mungkin posisi Sergey Brin dan Larry Page kembali berubah—bahkan semakin mendekati puncak tertinggi daftar orang terkaya dunia.(*)
BACA JUGA: Pendiri Google Sergey Brin: Chatbot AI Gemini Bermasalah






