Crispy

Kekerasan Polisi Amerika Ala ‘George Floyd’ Terulang Lagi di California

selama nyaris 5 menit dan mengabaikan permintaan Quinto yang mengatakan ‘tolong jangan bunuh saya’.

JERNIH-Seorang pria berusia 30 tahun asal California Utara, Amerika Serikat (AS) menjadi korban kekerasan polisi AS. Polisi menekankan lututnya di leher pria itu sekitar 5 menit untuk menenangkan Quinto saat gangguan kesehatan mentalnya kambuh

Dilansir CNN, pada Kamis (25/2/2021) beberapa hari setelah kejadian itu, Angelo Quinto nama pria itu, diketahui tewas. Peristiwa itu sendiri terjadi pada 23 Desember tahun lalu, saat itu Quinto tengah kambuh gangguan mentalnya di kediamannya.

Polisi datang kekediaman keluarga Quinto setelah mendapat telepon dari saudara perempuannya Isabella Collins, yang khawatir Quinto akan melukai ibundanya.

Saat polisi datang Quinto tengah dalam pelukan ibunya dengan tangan melingkar di punggungnya dan sudah mulai tenang.

“Dia sudah mulai tenang,” kata pengacara keluarga Quinto, John L Burris, dalam pernyataannya.

Namun polisi yang mendatangi mereka langsung menarik Quinto menjauh dari pelukan ibundanya. Dalam upaya mengamankan Quinto, polisi menempatkan lutut di leher pria itu selama nyaris 5 menit.

“Polisi Antioch ini sudah memborgol Angelo tapi tidak menghentikan serangan mereka terhadap pemuda itu dan entah kenapa menggunakan teknik ‘George Floyd’ dengan menempatkan lutut di punggung dan samping lehernya, mengabaikan permintaan Quinto yang mengatakan ‘tolong jangan bunuh saya’,” ucapkata Burris, merujuk pada tragedi tewasnya pria kulit hitam di Minneapolis yang dicekik dengan leher oleh polisi yang menangkapnya.

Akibatnya Quinto kemudian hilang kesadaran dan dilarikan ke rumah sakit setempat.

Dengan menggunakan telepon genggam miliknya, ibunda Quinto, Maria Quinto-Collins, merekam momen saat putranya diperlakukan secara kasar oleh polisi. Dalam video yang beredar dan viral itu, Quinto tidak lagi bergerak dan telungkup di lantai.

Dijelaskan Burris bahwa ketika polisi membalikkan tubuh Quinto, terlihat wajahnya berlumuran darah dan paramedis sempat melakukan kompresi pada dada Quinto sebelum dipindahkan ke tandu dan membawanya ke rumah sakit.dijelaskan  

Burris juga mempertanyakan apakah saat itu polisi memakai kamera tubuh (body camera).

“Sejauh yang kita ketahui, mereka tidak memakainya,” kata Burris.

Pihak keluarga telah mengajukan gugatan atas kematian Quinto yang dinilai tak wajar pada  18 Februari lalu. Namun hingga  dua bulan usai kematian Quinto, polisi belum juga merilis pernyataan terkait insiden itu.

Divisi Koroner Sheriff Contra Costa County, menyatakan penyelidikan kematian Quinto masih dilakukan oleh kantor Jaksa Distrik Contra Costa County dan penyebab kematian Quinto belum ditetapkan. (tvl)

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close