Crispy

Sumur Warga Tangerang Tercampur Minyak

JAKARTA–Berawal dari kecurigaan Sayuti, warga Jurumudi Baru, Kota Tangerang, yang mendapati sayuran yang dicucinya mengeluarkan bau menyengat seperti solar. Setelah diteliti, ternyata keran air dari sumur yang seharusnya mengeluarkan air telah bercampur dengan minyak tanah. Hal tersebut terjadi Minggu sore, 20 Oktober 2019. 

“Kira-kira awal keluar hari Minggu sore, pertama airnya kecil. Terus pas airnya keluar banyak, langsung putih kayak susu. Sekitar lima menit ditadahin, eh keluar minyak di atas airnya itu,” kata Sayuti (35 tahun).

Lurah Jurumudi Baru, Chaerudin, telah mendatangi warganya untuk memastikan bahwa air yang keluar dari keran itu tercampur minyak. Chaerudin membenarkan adanya campuran minyak dalam air keran tersebut.

“Iya benar, sudah dicek ke sana. Memang airnya itu ada campuran minyak. Jenisnya belum tahu. Yang pasti minyak itu bisa membakar kertas yang dicelupkan ke air,” ujar dia.

Pihak kelurahan telah mengambil sampel air yang bercampur minyak tersebut untuk diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup Pemda Tangerang. Sambil menunggu hasil uji laboratorium yang diperkirakan baru akan keluar sepekan mendatang, Chaerudin mengimbau warga untuk tidak menggunakan air tersebut sementara waktu.

Menurut beberapa warga yang sudah lama tinggal di daerah tersebut, beberapa puluh tahun lalu di lokasi tersebut pernah ada uji coba pengeboran minyak. Entah dengan alasan apa, proyek tersebut sudah dihentikan.

“Itu sudah dari tahun 1963, di situ pernah ada survei cek kandungan minyak. Ada dua titik, jaraknya kurang lebih 50 meter. Hanya tak berlanjut,” kata Chaerudin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Dedi Suhada, tidak mau berspekulasi penyebab bercampur air dengan minyak di wilayah tersebut. Dedi meminta agar warga menungu hasil pengujian laboratorium.

“Sudah kami tinjau lokasinya. Saya belum bisa kasih banyak komen, tunggu saja nanti hasilnya keluar,” kata Dedi. [tvl]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close