Politeia

Kapolres Tasik Cegat Atlet Triatlon Pulang Kampung Naik Angkot

TASIKMALAYA-Banyak cara untuk memberi apresiasi pada para pahlawan olahraga yang telah berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional, terlebih pada mereka yang telah berhasil membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di event-event internasional.

Apresiasi dan penghargaan tersebut dilakukan Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra terhadap  Muhammad Taufik (30), atlet triathlon dan modern pentathlon, warga Cimanggu, Desa Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya.

Berawal dari informasi Kapolsek Cimanggu akan menjemput Taufik yang datang dari Bandung naik angkutan umum. Dony yang merasa bangga memiliki warga yang baru saja bertanding di kejuaraan SEA Games 2019 Filipina dan berhasil menyumbang medali emas untuk Indonesia segera memerintahkan anggota lalulintas untuk menjemput dan membawa Taufik menggunakan kendaraan Patroli untuk dibawa ke Polres.

“Saya panggil Anggota lantas, kamu jemput nanti pindahin ke mobil lantas, jangan turun di depan kantor pakai mobil elf,”.

Doni mengatakan, penyambutan ini semata-mata bagian dari apresasi yang diberikan institusi kepolisian kepada seorang pemuda Tasikmalaya karena mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Kami Kepolisian Resort Tasikmalaya mendapat informasi atlet yang sudah harumkan nama bangsa dan daerah Tasikmalaya pulang, maka kami inisiatif kirim anggota untuk jemput Beliau. Ini bagian kebanggaan kami,”

Doni segera memerintahkan anggota lainnya menyiapkan kantor Polres  untuk acara syukuran menyambut atlet peraih dua medali emas dalam cabang olahraga triathlon dan perunggu untuk cabang modern pentathlon.

“Paling tidak kita sambut di polres ajak ngobrol, ajak makan malam untuk memberikan apresiasi kepada dia. Kami bangga dia dapat dua mendali. Satu emas dan satu lagi perungggu kan,”.

Taufik bersyukur kepulangannya disambut Jajaran Polres tasikmalaya. Ia mengaku diantar pulang Kementerian Pemuda dan Olahraga sampai Bandung selanjutnya pulang ke Tasikmalaya menggunakan angkutan umum.

“Alhamdulillah saya dijemput oleh jajaran kepolisian Tasikmalaya, kalau dari Jakarta diantar sama Kementerian Pemuda dan Olahraga sampai Bandung, dari Bandung saya naik angkutan. Tapi sampai Cilawu saya turun karena dijemput oleh mobil polisi. Terima kasih, Pak,”.

(tvl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close