POTPOURRI

31 Januari 1747, Saat Hati Penderita Sipilis Kembali Bisa Berbunga

JAKARTA—Jangan terlalu menyeriusi judul di atas dengan menganggap lebay, apalagi alay. Hanya sekadar mengingatkan, agar sejarah tak gampang hilang dihapus banjir yang tiap tahun menggenang: dulu kita punya frase kalimat ‘hati yang berbunga-bunga’ untuk menggambarkan membuncahnya rasa gembira.

Namun benar, pada hari itu, 31 Januari 1747, wajar bila para penderita sipilis  di Inggris merasa punya kesempatan untuk hidup lebih lama. Bila sebelumnya mereka —dan para hidung belang bernasib sial lainnya di berbagai belahan dunia, hanya bisa mencuci burung penyakitan mereka dengan air ludah yang diembunkan, air teh yang dibiarkan semalam, parutan bawang putih, air remasan daun sirih, air godogan kecebong, sup kampret sampai gelontoran mercuri alias air raksa, mulai saat itu mereka bisa berharap pengobatan yang lebih ‘ilmiah’.

Rumah Sakit London Lock tercatat dalam sejarah sebagai klinik pengobatan penyakit kelamin pertama di dunia. RS itu didirikan dengan niat volunteer oleh pendirinya,  William Bromfeild, di Grosvenor Place, London. Bromfeild merasa gusar melihat korban-korban sipilis bergeletakan tanpa daya, tanpa perawatan sebagaimana seharusnya. Jangan salah, kebanyakan dari wanita justru wanita, yang menerimanya lewat para lelaki hidung belang yang datang sebagai inang.

Karena itu wajar bila gedungnya pun awalnya adalah gedung bekas rumah sakit khusus wabah kusta yang saat itu sudah mulai reda. Seiring waktu, tak hanya sipilis, RS juga mengembangkan layanan kehamilan dan ginekologi, sebelum dimasukkan ke dalam Layanan Kesehatan Nasional pada 1948 dan ditutup pada 1952, alias lebih dari dua abad kemudian.

Seorang aktivis Church Missionary Society, Thomas Scott, yang menerbitkan ‘Commentary on Whole Bible’ sekitar era tersebut mengatakan, Lock Asylum didirikan untuk menerima pasien wanita yang bertobat. Gereja melihat, para pasien itu tak hanya datang dari kalangan kupu-kupu malam, melainkan para wanita baik-baik yang terpapar bakteri Triponema pallidum, nama gagah untuk dampak yang mengerikan,  tanpa sengaja.

Seorang pasien sipilis di Calcutta, India.

Bahkan pada 1862 nama rumah sakit tersebut berganti menjadi ‘Rumah Sakit Wanita’, manakala sebuah RS baru yang dibangun di Dean Street, Kawasan Soho, membuka klinik khusus untuk pasien rawat jalan pria sipilis. RS baru itu bahkan lebih di[erluas seiring terbitnya Undang-Undang Penyakit Menular 1864 yang mulai berlaku pada tahun 1867.

Yang menarik adalah penggunaan kata ‘Lock’ pada rumah sakit tersebut. Menurut Oxford English Dictionary, kata ‘kunci’ awalnya dipakai untuk menggambarkan rumah sakit penderita kusta di Southwark, tempat penderita kusta diisolasi dan dirawat. Ada pula riwayat yang mengatakan, pada 1375 William Cook, seorang tokoh kota London, bersumpah untuk mencegah penderita lepra memasuki Kota London. Konon, itulah awal mula kata ‘Lock’ digunakan secara atributif, seperti dalam ‘Lonfdon Lock Hospital’ tersebut.

Popularitas rumah sakit tersebut terbilang tinggi, mungkin juga karena berawal dari fakta penggunaan sebagai rumah sakit untuk penderita kusta tersebut. Sebuah lagu rakyat Inggris tradisional populer, ‘The Unfortunate Lad’, yang memang kabarnya dibuat pada abad 18 sebagai peringatan terhadap penyakit kelamin, memiliki petikan syair berikut. Lagu-lagu rakyat Inggris lainnya seperti ‘Blues St. James Infirmary’, ‘Streets of Laredo’, dan  ‘The Trooper Cut Down in Prime’ banyak berisikan syair tentang sipilis dan penderitanya.

‘As I was walking down by the Lock Hospital,

As I was walking one morning of late,

Who did I spy but my own dear comrade,

Wrapped in flannel, so hard is his fate.’ 

Dengan penemuan Pinicilin oleh Alexander Fleming, wabah sipilis relatif bisa dihilangkan. Sejarah menulis, beberapa figur besar meninggal kemungkinan karena sipilis. Di antara mereka adalah William Shakespeare, Beethoven, Oscar Wilde, Abraham Lincoln,Henry VIII, Idi Amin, Lenin, Adolf Hitler, Friedric Nietsche, Al capone, Christofer Columbus, bahkan Kemal Attaturk, meninggal karena sipilis. [  ]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close