Arab Saudi Usir Atase Militer dan Empat Staf Kedutaan Iran

JERNIH – Arab Saudi memberi waktu 24 jam kepada atase militer Iran dan staf kedutaan untuk meninggalkan kerajaan tersebut. Langkah ini menyusul serangan pesawat tak berawak di pelabuhan Yanbu di Laut Merah, jalur ekspor minyak utama Arab Saudi, setelah Iran memblokir Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan pada kemarin mengatakan, mereka telah menyatakan persona non grata terhadap “atase militer Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Kerajaan, asisten atase militer, dan tiga anggota staf misi”.
Langkah ini diambil di tengah perang AS-Israel terhadap Iran, yang menyebabkan Teheran menargetkan Arab Saudi dan negara-negara tetangganya di Teluk yang menampung aset militer AS dengan serangan yang semakin merusak terhadap pusat-pusat sipil dan fasilitas energi, melepaskan kekacauan di seluruh kawasan dan mengguncang pasar energi global .
Arab Saudi, yang memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar kedua di dunia, telah diserang oleh ratusan rudal dan drone Iran sejak awal perang, yang sebagian besar telah dicegat, menurut pihak berwenang.
Di antara serangan-serangan tersebut, fasilitas energi di bagian timur Arab Saudi telah berulang kali menjadi sasaran, begitu pula ibu kota, Riyadh, tempat kedutaan besar AS dihantam oleh dua drone awal bulan ini.
Kegiatan bongkar muat minyak di pelabuhan Yanbu di Laut Merah terganggu setelah sebuah drone jatuh di kilang Aramco-Exxon, SAMREF, yang berada di dekatnya. Pelabuhan ini adalah satu-satunya jalur ekspor bagi Arab Saudi setelah Iran secara efektif memblokir lalu lintas kapal tanker yang meninggalkan Teluk melalui Selat Hormuz.
Pernyataan pengusiran itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mengatakan awal pekan ini bahwa kepercayaan terhadap Iran telah “hancur”, dan menegaskan hak negaranya untuk membela diri.
Ia mengatakan bahwa Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya memiliki apasitas dan kemampuan yang sangat signifikan yang dapat mereka kerahkan jika mereka memilih untuk melakukannya.
Hubungan Arab Saudi dengan Iran secara historis memang kurang harmonis, tetapi kedua negara memulai upaya per rapprochement yang dimediasi oleh Beijing tiga tahun lalu.
Sebelumnya Qatar menyatakan atase militer dan keamanan Kedutaan Besar Iran di Doha sebagai persona non grata, beserta staf mereka.






