Crispy

Ariana Grande Semprot Gedung Putih, Lagunya Dipakai untuk Konten Imigrasi Trump

JERNIH — Bintang pop papan atas Amerika Serikat, Ariana Grande, melayangkan teguran keras kepada pemerintahan Presiden Donald Trump pada hari Kamis kemarin. Penyanyi pemenang Grammy Award ini menuntut dengan tegas agar Gedung Putih segera berhenti menggunakan karya musiknya untuk mempromosikan kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilainya kontroversial.

Ketegangan ini dipicu setelah tim komunikasi Gedung Putih mengunggah sebuah video di platform TikTok awal pekan ini untuk menyoroti kebijakan pengetatan imigrasi mereka. Video yang menampilkan momen agen federal sedang menangkap dan memborgol para imigran tersebut, secara sepihak menggunakan latar belakang lagu hit milik Ariana Grande rilisan tahun 2024 yang berjudul “Bye”.

Tidak tinggal diam melihat karyanya diasosiasikan dengan aksi penangkapan imigran, Ariana Grande langsung meninggalkan komentar menohok di bawah unggahan video resmi Gedung Putih tersebut.

“Tolong jangan pernah lagi menggunakan musik saya untuk hal-hal yang berkaitan dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini,” tulis Grande dalam kolom komentar TikTok Gedung Putih, Kamis (11/06/2026).

Sebuah sumber yang dekat dengan sang penyanyi membeberkan bahwa tim manajemen Grande saat ini tengah mengambil langkah hukum dan teknis untuk menghapus lagu tersebut dari video TikTok Gedung Putih sesegera mungkin.

Merespons protes keras dari sang diva, juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, langsung mengeluarkan pernyataan balasan yang tak kalah tajam dan defensif. “Kami akan katakan ini untuk terakhir kalinya: apa yang sebenarnya biadab, tidak manusiawi, dan keji adalah para pelaku kriminal asing ilegal yang telah melukai dan membunuh warga negara Amerika yang tidak bersalah,” katanya,.

Rekam Jejak Perseteruan Ariana Grande vs Donald Trump

Ini bukan pertama kalinya Ariana Grande—yang juga merupakan aktris peraih nominasi Academy Award—melempar kritik terbuka terhadap pemerintahan Trump.

Pada tahun lalu, Grande sempat menghebohkan publik setelah mengunggah pernyataan di Instagram pribadinya. Ia secara terbuka menyindir para pemilih Trump dengan melontarkan pertanyaan tajam: “Apakah hidup kalian benar-benar menjadi lebih baik sejak dia (Trump) kembali menjabat di Gedung Putih?”

Donald Trump, yang saat ini menjabat dalam periode kedua non-konsekutifnya, memang dikenal sangat aktif di media sosial. Tim komunikasi kepresidenan diketahui sering memproduksi video pendek dengan latar belakang lagu-lagu populer untuk mengilustrasikan keberhasilan Trump dalam memenuhi janji-janji kampanyenya.

Beberapa video propaganda Gedung Putih yang memanfaatkan lagu hit musisi dunia selama ini kerap menampilkan visualisasi agresif, antara lain aksi penertiban dan penangkapan imigran di perbatasan AS, dokumentasi operasi militer Amerika Serikat melawan Iran serta momen penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Back to top button