AS Gunakan Rudal Balistik Terbaru, Target Luput Malah Menyerang Sekolah dan GOR Iran

Penggunaan teknologi rudal balistik terbaru di area sipil seperti sekolah ini benar-benar bikin dunia internasional mengecam keras. Apalagi saat target militer utamanya justru luput dari kerusakan berat.
JERNIH – Sebuah investigasi mendalam mengungkap fakta mengejutkan di balik serangan udara hari pertama perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Militer AS dilaporkan telah menggunakan Precision Strike Missile (PrSM)—rudal balistik jarak pendek generasi terbaru—untuk menyerang sebuah sekolah dasar dan gedung olahraga (GOR) di kota Lamerd, Iran.
Serangan yang terjadi pada 28 Februari 2026 tersebut menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai sekitar 100 lainnya. Tragisnya, salah satu korban tewas adalah balita berusia dua tahun.
Investigasi The New York Times menemukan bahwa pola ledakan dan kerusakan di Lamerd sangat identik dengan karakteristik PrSM, senjata buatan Lockheed Martin yang baru saja resmi masuk dinas militer pada 2023.
Rudal ini didesain untuk meledak tepat di atas target, menyebarkan ribuan bola tungsten kecil ke segala arah untuk efek kehancuran maksimal. Rekaman CCTV menunjukkan rudal meledak di udara membentuk bola api besar, konsisten dengan desain senjata tersebut. Lubang-lubang akibat bola tungsten ditemukan di seluruh GOR dan jalan pemukiman di sekitarnya, menunjukkan setidaknya ada dua hantaman rudal PrSM.
Saat serangan terjadi, gedung olahraga tersebut dilaporkan sedang digunakan untuk latihan bola voli. Meskipun Pentagon mengklaim lokasi tersebut berdekatan dengan pangkalan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), bukti satelit berbicara lain. Citra satelit resolusi tinggi yang diambil seminggu setelah serangan menunjukkan bangunan militer IRGC justru hampir tidak rusak, sementara struktur sipil di sekitarnya hancur lebat.
Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, menyatakan pihaknya sedang menyelidiki laporan tersebut namun menegaskan bahwa “pasukan AS tidak menargetkan sipil secara membabi buta, tidak seperti rezim Iran.”
Penggunaan PrSM di Lamerd memicu perdebatan mengenai etika “evaluasi tempur” (combat evaluation). Pentagon diketahui sering mengizinkan pengujian senjata yang masih dalam pengembangan di zona perang aktif untuk melihat performa aslinya di bawah kondisi terkendali.
PrSM didesain untuk menghancurkan sistem pertahanan udara musuh dalam jarak sekitar 400 mil. Dengan jangkauan tersebut, kota Lamerd berada dalam radius serang pangkalan-pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, atau wilayah Teluk lainnya.
Hanya beberapa hari setelah serangan, Lockheed Martin mengonfirmasi kesepakatan baru dengan Departemen Pertahanan AS untuk melipatgandakan produksi PrSM hingga empat kali lipat. Langkah ini memperluas kontrak sebelumnya senilai US$4,94 miliar yang ditandatangani tahun lalu.
Kronologi Serangan Hari Pertama (28 Februari 2026):
| Lokasi | Senjata yang Digunakan | Dampak Kerusakan |
| Sekolah di Minab | Rudal Tomahawk | 170 tewas (termasuk 110 anak-anak). |
| Sekolah/GOR Lamerd | Rudal PrSM (Baru) | 21 tewas, 100 luka-luka (termasuk balita). |
| Pusat Budaya Lamerd | Belum Terkonfirmasi | Investigasi sedang berlangsung. |






