Benarkah Mohamed Salah Sudah Senja Kala di Liverpool?

Alasan pengaplikasian strategi baru membuat pemilik nomor punggung 11 Liverpool ini kerap dibangkucadangkan. Karena itukah sejumlah klab luar Inggris bersiap menggaetnya?
WWW.JERNIH.CO – Mohamed Salah, yang selama bertahun-tahun menjadi simbol kehebatan dan ketajaman lini serang Liverpool, kini tengah menghadapi realitas pahit yang tidak biasa di Anfield.
Di bawah manajer baru, Arne Slot, Salah secara mengejutkan kerap dicadangkan, bahkan sempat duduk di bangku cadangan dalam tiga pertandingan berturut-turut. Pada pertandingan Liga Champion melawan Intermilan pun ia tidak merumput.

Kondisi ini sontak memicu pertanyaan besar: Mengapa Slot berani mengambil keputusan kontroversial yang menepikan seorang legenda klub, dan apa dampaknya bagi masa depan sang bintang?
Keputusan Slot untuk menepikan “Si Raja Mesir” didasari oleh kombinasi pertimbangan taktis yang pragmatis dan kondisi internal tim yang kompleks, terutama setelah adanya perselisihan terbuka antara pemain dan pelatih.
Setelah dicadangkan untuk ketiga kalinya, Mohamed Salah secara blak-blakan mengungkapkan perasaannya yang dicadangkan secara tidak adil dan adanya perubahan dalam hubungan dengan manajernya.
“Saya punya hubungan baik dengan manajer. Tiba-tiba kami tidak punya hubungan apa pun. Saya tidak tahu kenapa… Sekarang saya duduk di bangku cadangan dan saya tidak tahu kenapa. Sepertinya klub telah melemparkan saya di bawah bus. Begitulah perasaan saya,” ujarnya.
Di sisi lain, Arne Slot tampak terkejut namun tetap menjaga sikap profesionalnya, menekankan bahwa keputusan itu murni karena kebutuhan taktis. “Itu bukanlah keputusan yang mudah karena kita semua tahu betapa hebatnya ia. Namun, saya juga bertanggung jawab untuk memilih tim yang menurut saya kita butuhkan saat ini. Itulah mengapa saya mengambil keputusan ini,” tangkis Slot.

Konflik terbuka ini memperkuat dugaan bahwa Salah dicadangkan bukan hanya karena alasan rotasi, tetapi juga karena adanya penurunan performa yang nyata (hanya mencetak 4 gol dan 2 assist dalam 13 laga terakhir Premier League) yang bertepatan dengan upaya Slot menerapkan filosofi barunya.
Keputusan Slot mencadangkan Salah adalah bagian integral dari upaya revolusioner untuk mengubah wajah Liverpool. Di bawah Jürgen Klopp, tim dikenal dengan ‘Heavy Metal Football’ yang mengandalkan intensitas tinggi, gegenpressing agresif, dan transisi cepat.
Sedang Slot membawa pendekatan ‘Control Football’, yang menekankan penguasaan bola yang terstruktur dan kontrol tempo pertandingan yang lebih cerdas. Tim masih agresif, namun lebih sabar dan efisien dalam memilih momen untuk menekan.
Slot mengutamakan fleksibilitas. Secara umum Liverpool bermain dalam formasi 4-3-3, tetapi dalam fase membangun serangan (build-up), formasi ini sering berubah menjadi skema 3-2 (tiga bek di belakang dengan dua gelandang bertahan di depannya). Peran bek sayap inversi (misalnya, bek kanan masuk ke tengah) menjadi kunci untuk menciptakan superioritas jumlah pemain di lini tengah, memungkinkan tim mendominasi distribusi bola.
Untuk menerapkan sistem ini secara efektif dan menjaga keseimbangan di tengah-tengah performa yang kurang konsisten, Slot membutuhkan pemain di lini serang yang bersedia rotasi dan bermain lebih kolektif, bahkan dengan mengorbankan statistik individu. Mencadangkan Salah adalah pesan bahwa tidak ada pemain yang kebal dari kebutuhan tim untuk beradaptasi dengan sistem baru.
Penurunan performa dan ketegangan internal ini secara langsung memengaruhi nilai pasar Salah. Menurut sumber transfer terkini, nilai pasar Mohamed Salah saat ini diperkirakan mencapai 45 juta euro (sekitar Rp 873,5 miliar) hingga 46,2 juta (sekitar Rp 897 miliar).

Situasi yang tidak menentu di Liverpool ini justru membuat klub-klub lain siaga. Klub Liga Pro Saudi (SPL), seperti Al-Ittihad dan Al-Hilal, menjadi peminat paling serius dan diyakini siap menawarkan gaji yang fantastis. Mereka bahkan berharap dapat merekrut Salah dengan harga yang lebih rendah di bursa transfer Januari mendatang, memanfaatkan konflik yang sedang terjadi dengan Slot.
Selain itu, klub MLS seperti San Diego juga dikabarkan tertarik untuk menjadikannya sebagai wajah baru liga. Bursa transfer Januari 2026 diprediksi akan menjadi momen yang menentukan. Jika situasi di Anfield terus memburuk dan tawaran menggiurkan dari Timur Tengah datang, Liverpool mungkin akan mempertimbangkan untuk menjual sang bintang demi mendapatkan dana segar, mengakhiri era keemasan Salah di Merseyside.(*)
BACA JUGA: Wayne Rooney: Mohamed Salah Hancurkan Warisannya di Liverpool






