Daniel Maldini Kian Lepas dari Bayang-Bayang Paolo Maldini

Pindah ke Lazio langsung menunjukkan performa bagus. Kendati belum kinclong, tetapi kebintangannya mulai bersinar. Klab Jay Idzes jadi korban.
WWW.JERNIH.CO – Daniel Maldini agaknya mulai bisa melepaskan beban sebagai “anak dari sang legenda”. Di musim 2025-2026, ia telah bertransformasi menjadi salah satu gelandang serang paling menarik untuk disaksikan di Serie A. Kepindahannya ke SS Lazio pada bursa transfer Januari 2026 menjadi titik balik penting dalam kariernya.
Salah satu momen paling dibicarakan musim ini adalah gol Daniel ke gawang Sassuolo. Gol ini bermula dari skema serangan balik cepat Lazio. Daniel menerima bola di lini tengah, melakukan penetrasi melewati dua pemain lawan dengan kontrol bola yang sangat tenang.
Keunikan utama gol ini bukan hanya pada penyelesaian akhirnya, melainkan pada intelegensi posisinya. Daniel melakukan gerakan dummy yang mengecoh kiper sebelum melepaskan tendangan melengkung (curled shot) ke tiang jauh. Gol ini sering dibanding-bandingkan dengan gaya mencetak gol ala gelandang klasik Italia, namun dengan sentuhan modern.
Banyak pengamat menyebut gol tersebut sebagai bukti bahwa Daniel telah menemukan identitas permainannya sendiri—seorang playmaker yang tajam, berbeda jauh dengan posisi bek legendaris ayahnya, Paolo Maldini.

Daniel bergabung dengan Lazio dengan status pinjaman dari Atalanta (dengan kewajiban beli) pada 27 Januari 2026. Meski baru bergabung di pertengahan musim, dampaknya sangat terasa. Ia mampu beradaptasi cepat, bahkan langsung menjadi pilihan utama di bawah asuhan pelatih Lazio, mengisi peran trequartista.
Hingga Maret 2026, ia telah mencatatkan assist penting dalam laga besar, termasuk saat melawan Juventus dan Atalanta di Coppa Italia.
Ia sering mendapatkan rating tinggi (rata-rata 7.0 – 7.6) dalam beberapa pertandingan terakhir, menunjukkan stabilitas performa yang jarang ia miliki di klub-klub sebelumnya.
Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, nilai pasar Daniel Maldini berada di kisaran Rp 140 miliar hingga Rp 210 miliar. Angka ini diprediksi akan terus melonjak seiring dengan kewajiban Lazio untuk menebusnya secara permanen dari Atalanta.
Di antara para penyerang dan gelandang serang di Serie A, Daniel Maldini memiliki profil yang unik. Berbeda dengan penyerang murni seperti Lautaro Martinez yang mengandalkan insting gol, Daniel lebih berperan sebagai penghubung (link-up player). Ia memiliki kelebihan dalam progressive carries (membawa bola ke depan) dan akurasi umpan di sepertiga akhir lapangan.
Dengan tinggi 188 cm, ia memiliki keunggulan fisik dalam duel udara dibandingkan gelandang serang pada umumnya, namun tetap memiliki kelincahan kaki untuk melakukan dribel di ruang sempit.
Untuk saat ini, Daniel Maldini berada di kategori “Emerging Elite” atau pemain elit yang sedang tumbuh. Ia belum mencapai level kebintangan dunia, namun ia sudah membuktikan diri mampu menjadi pembeda di tim papan atas seperti Lazio.
Keputusannya memilih Lazio daripada Juventus pada Januari lalu menunjukkan kedewasaan dalam memilih klub yang bisa memberikan jam terbang reguler. Jika ia mampu mempertahankan konsistensi ini hingga akhir musim dan membawa Lazio menembus zona Eropa, status “pemain elit” akan segera melekat pada namanya tanpa perlu lagi dibayang-bayangi nama besar keluarganya.(*)
BACA JUGA: Sassuolo VS Atalanta: Saat Jay Idzes Jinakkan Wakil Italia di Liga Champions

