CrispyDesportare

Diego Maradona Jalani Operasi Akibat Pendarahan Otak

  • Gaya hidup Diego Maradona berkontribusi terhadap penurunan kesehatan.
  • Operasi yang akan dilakukan bukan operasi besar, tapi Maradona punya riwayat masalah jantung, ketergantungan obat-obatan, dan alkohol.

Buenos Aires — Diego Maradona, legenda hidup sepakbola Argentina, akan menjalani operasi akibat pendarahan di otak.

Leopoldo Luque, dokter pribadinya, mengatakan Maradona memiliki hematoma subdural, yang merupakan akumulasi darah di antara selaput dan otak.

“Ini operasi rutin,” kata Luque, dokter ahli saraf.

Luque mengatakan masalah di otak Maradona kemungkinan akibat kecelakaan, tapi mantan kapten timnas Argentina itu tidak tahu lagi kapan pernah mengalami kecelakaan.

Maradona dibawa ke Klinik Olivos di La Plata, selatan Buenos Aires. Jika operasi berhasil, Maradona bisa pulang setelah dirawat 48 jam.

Donato Villani, kepala staf medis timnas Argentina, mengatakan kepada saluran TyC Sports bahwa operasi seperti itu biasanya berjalan baik.

“Namun, Maradona punya riwayat masalah jantung, penggunaan obat-obatan, dan alkohol,” katanya.

Sebelumnya, Senin lalu, Maradona dirawat di Klinik Ipensa dengan gejala depresi, tiga hari setelah merayakan ulang tahun ke-60.

Sejak muncul dan menjadi bintang, Maradona adalah figur kontroversial di dalam dan luar lapangan. Ia memenangkan Piala Dunia 1986 dengan kontroversi, dan ketergantungan narkoba selama bertahun-tahun, serta dipulangkan dari Piala Dunia 1994 karena doping.

Bersama Pele, Maradona adalah pemain terhebat sepanjang masa. Ia dipuja pendukungnya, dan mendirikan kuil untuknya.

Maradona kali terakhir tampil di depan umum, Jumat lalu, saat merayakan ulang tahunnya sebelum pertandingan Gimnasia y Esgrima melawan Patronato.

Gimnasia y Esgrima adalah tim milik Maradona, dan bermain di Liga Argentina. Puluhan penggemar Gimnasia berkumpul di rumah sakit, mengibarkan bendera dan memegang poster dengan pesan dukungan untuk Maradona.

“Yang paling kami inginkan adalah Diego Maradona keluar dari rumah sakit,” kata Diego Bermudez (41), salah satu penggemar Maradona yang berada di luar rumah sakit.

Banyak Tekanan

Luque sebelumnya mengatakan gaya hidup Maradona berkontribusi pada penurunan kesehatannya.

“Dia adalah pasien lanjut usia dengan banyak tekanan dalam hidup,” kata Luque. “Ini saat kita harus membantunya. Betapa sangat sulit menjadi Maradona.”

Di masa lalu, Maradona dua kali menderita serangan jantung. Ia juga terkena hepatitis.

Usai menjalani perawatan, bintang yang mengubah Napoli dari tim kampung menjadi klub disegani di Serie A Italia itu mengatakan baik-baik saja.

“Dia merasa lebih baik, dan ingin pergi, tapi saya ingin dia tinggal satu hari lagi,” kata Luque.

Maradona mengalami kesulitan memperahankan zat besi akibat operasi bypass lambung tahun 2005 untuk menurunkan berat badan. Ini membuatnya rentan terhadap anemia.

Meski telah pulih dari kecanduan obat-obatan, Maradona masih mengkonsumsi obat penenang dan anxiolytics.

Back to top button