Crispy

Dua Remaja Berondong Masjid di San Diego, Tiga Tewas

  • Salah satu korban adalah penjaga keamanan masjid, yang oleh polisi disebut berperan penting mencegah serangan menjadi lebih buruk.
  • Para penembak ditemukan tewas bersimbah darah di dalam sebuah kendaraan yang berhenti di tengah jalan.

JERNIH — Dua remaja bersenjata melepas tembakan ke Pusat Islam di San Diego, AS, Senin 18 Mei, menewaskan tiga pria dan penembak bunuh diri di dalam mobil.

Kepala Polisi San Diego Scott Wahl, dalam konferensi pers di taman lingkungan di seberang masjid, mengatakan pihaknya menyelidiki insiden ini sebagai kejahatan berlatar kebencian. Situasi yang menyebabkan hal ini akan terungkap dalam beberapa hari mendatang.

“Di antara yang tewas adalah penjaga kemanaan masjid, yang memainkan peran penting mencegah serangan menjadi lebih buruk,” kata Wahl.

Pusat Islam di San Diego adalah masjid terbesar di San Diego, dengan Sekolah Al Rashid yang mengajarkan Bahasa Arab, Studi Islam, dan pelajaran membaca Al Quran untuk siswa usia lima tahun ke atas.

Wahl mengatakan semua anak selamat. “Hati kami berduka kepada keluarga korban,” kata Wahl.

Polisi merespon panggilan dalam waktu empat menit setelah dihubungi. Saat tiba, terdengar suara tembakan beberapa blok jauhnya, dan terlihat pekerja taman tertembak tapi tidak luka serius.

Para penembak ditemukan tewas bersimbah darah di dalam sebuah kendaraan yang berhenti di tengah jalan.

Rekaman TV memperlihatkan selusin anak-anak bergandengan tangan keluar dari tempat parkir Pusat Islam di San Diego yang dikelilingi kendaraan polisi. Masjid putih itu berada di lingkungan perumahan, apartemen, dan pusat perbelanjaan, dengan restoran dan pasar khas Timur Tengah.

Direktur masjid Imam Taha Hassane menyebutnya sangat keterlaluan untuk menargetkan tempat ibadah. “Semua tempat ibadah di kota kita yang indah ini harus selalu dilindungi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pusat tersebut berfokus pada hubungan antaragama dan pembangunan komunitas, dan bahwa sekelompok non-Muslim telah mengunjungi masjid tersebut pada Senin pagi untuk belajar tentang Islam.

Situs web Pusat Islam tersebut menyatakan bahwa misinya bukan hanya melayani populasi Muslim tetapi juga untuk bekerja sama dengan komunitas yang lebih luas untuk melayani mereka yang kurang beruntung, untuk mendidik, dan untuk meningkatkan bangsa kita. Lima salat harian diadakan di sana, dan masjid bekerja sama dengan organisasi lain dan orang-orang dari semua agama dalam berbagai isu sosial.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relations/CAIR), salah satu kelompok hak sipil dan advokasi Muslim terbesar di AS, mengutuk penembakan tersebut.

“Tidak seorang pun boleh takut akan keselamatan mereka saat menghadiri salat atau belajar di sekolah dasar,” kata Direktur Eksekutif CAIR-San Diego Tazheen Nizam dalam sebuah pernyataan. “Kami sedang berupaya mempelajari lebih lanjut insiden ini dan kami mendorong semua orang untuk terus mendoakan komunitas ini.”

Kantor Gubernur Gavin Newsom mengatakan bahwa ia sedang diberi pengarahan.

“Kami berterima kasih kepada para petugas tanggap darurat di tempat kejadian yang bekerja untuk melindungi komunitas dan mendesak semua orang untuk mengikuti arahan dari otoritas setempat,” tulis kantornya di platform media sosial X.

Back to top button