Crispy

Gereja anti-LGBTQ Dibom, Warga Menyeru Jamaah Diusir

  • Ledakan terjadi Sabtu 23 Januari, sekitar pukul 04:00.
  • Beberapa jam kemudian muncul petisi.
  • Sebanyak 14 ribu penandatangan petisi menyeru jamaah gereja diusir.

JERNIH — Gereja Baptis First Works di El Monte, Los Angeles, California, AS — yang dipimpin seorang pastor anti-LGBTQ — dibom.

Polisi merespon laporan ledakan di gereja itu Sabtu 23 Januari pukul 04:30, atau Minggu 24 Januari pukul 04:00 WIB. Beberapa jam setelah ledakan, kelompok Keep El Monte Friendly menggelar petisi online. Sebanyak 14 ribu penanda-tangan menyeru jamaah gereja diusir.

Laura Eimiller, juru bicara FBI, mengatakan tidak ada korban luka atau tewas karena gereja sepi. Namun, FBI tidak merinci tingkat kerusukan akibat ledakan di sebelah timur kota Los Angeles itu.

Letnan Christopher Cano, Departemen Kepolisian El Monte, mengatakan petugas melihat asap di dalam gereja. “Kami menyadari itu ledakan, tapi jendela tidak pecah,” kata Cano.

Teknisi FBI, bersama Departemen Sheriff County Los Angeles dan Departemen Kepolisian El Monte, masih melakukan penyelidikan awal.

Eimiller mengatakan masih terlalu dini menyebut insiden itu kejahatan rasial, tapi itu akan selalu dianggap sebagai teori ketika rumah ibadah diserang.

Gereja Baptis First Works, dipimpin Pastor Bruce Mejia, berulang kali menjadi sasaran pengunjuk rasa karena sikapnya yang anti-LGBTQ.

Di situs-nya, Pastor Mejia mengatakan; “Kami percaya homoseksualitas adalah dosa dan kekejian yang dihukum Tuhan dengan hukuman mati.”

Mercury News memberitakan dalam pertemuan publik di Dewan Kota El Monte khotbah Pastor Mejia dan pendirian gereja disebut ujaran kebencian.

The Southern Poverty Law Center, organisasi advokasi nirlaba yang mengkhususkan diri dalam litigasi hak-hak sipil, mencantumkan gereja dalam daftar pantauan tahun 2019 sebagai kelompok kebencian anti-LBGTQ.

Back to top button