F1 Spanyol; Kembalinya Kejayaan Hamilton dan Patah Hati Antonelli

Akhiri puasa kemenangan selama hampir dua tahun, Lewis Hamilton sukses merebut podium tertinggi di GP Barcelona lewat strategi cerdik Ferrari. Namun, balapan ini menjadi mimpi buruk bagi Mercedes dan Kimi Antonelli.
WWW.JERNIH.CO – Sirkuit de Barcelona-Catalunya menjadi saksi bisu bagaimana kejayaan dan nasib buruk bisa bertukar tempat hanya dalam hitungan menit. Di satu sisi, dunia balap merayakan kembalinya sang raja, Lewis Hamilton, ke podium tertinggi. Di sisi lain, ada duka mendalam bagi sang pemuncak klasemen sementara, Kimi Antonelli.
Sorotan utama balapan kali ini tertuju pada pembalap veteran Lewis Hamilton. Setelah memutuskan pindah ke Ferrari, juara dunia tujuh kali ini akhirnya berhasil meraih kemenangan pertamanya dengan seragam “Merah Maranello.”
Ini adalah kemenangan ke-106 dalam karier legendarisnya, sekaligus mengakhiri puasa kemenangan selama hampir dua tahun. Terakhir kali Hamilton berdiri di podium pertama adalah pada GP Belgia bulan Juli 2024, saat ia masih membela Mercedes.
Performa Hamilton di Barcelona benar-benar luar biasa dan penuh perhitungan. Memulai balapan dengan strategi agresif menggunakan ban lunak (soft), Ferrari kemudian berjudi dengan strategi tiga kali pit stop. Keberuntungan memihak Hamilton ketika Virtual Safety Car (VSC) keluar akibat mobil Fernando Alonso yang mogok di lap 41.
Momen ini dimanfaatkan Ferrari untuk memberikan pit stop gratis bagi Hamilton. Kembali ke lintasan dengan ban yang jauh lebih segar, Hamilton mengendalikan jalannya balapan dengan sangat mulus dan berhasil finis dengan keunggulan telak 19,5 detik di depan George Russell.
Kontras dengan kegembiraan di garasi Ferrari, kubu Mercedes justru dilingkupi rasa frustrasi akibat kegagalan total yang menimpa Kimi Antonelli. Pembalap muda sensasional berusia 19 tahun ini sebenarnya tampil luar biasa sepanjang hari Minggu. Setelah terus menguntit di barisan depan, Antonelli melakukan aksi manuver berani untuk menyalip rekan setimnya, George Russell, demi mengamankan posisi kedua pada sisa lima lap terakhir.
Namun terjadi tragedi di lap 62 (dari 66 lap). Sesaat setelah merebut posisi kedua dan memastikan podium juara sudah berada di genggaman, mobil W17 milik Antonelli tiba-tiba melambat drastis di tikungan ke-5 dan mati total akibat kerusakan sistem kelistrikan (electrical shutdown).

Kehilangan podium 3 besar yang sudah di depan mata tentu menjadi pukulan telak bagi pembalap Italia tersebut.
Kegagalan finis (DNF) di Barcelona ini sekaligus menghentikan dominasi luar biasa Antonelli yang sempat tampil tanpa cela di balapan-balapan sebelumnya. Mengapa penampilannya di Barcelona terasa agak kurang menggigit jika dibandingkan performa dominannya terdahulu?
Sejak hari Jumat dan Sabtu, Antonelli memang tampak kesulitan menemukan pace terbaiknya di sirkuit Catalunya ini. Sepanjang sesi latihan bebas hingga kualifikasi, ia secara konsisten lebih lambat dibandingkan George Russell yang berhasil meraih posisi pole.
Barcelona-Catalunya terkenal sebagai sirkuit yang sangat menuntut teknis dan menyiksa ban, terutama pada tikungan berkecepatan tinggi. Kurangnya pengalaman Antonelli dalam menjaga temperatur ban di sirkuit ini membuatnya harus berjuang ekstra keras sejak awal balapan.
Di luar faktor gaya balap, kendala terbesar datang dari mobilnya sendiri. Bos Mercedes, Toto Wolff, mengakui bahwa timnya sedang didera masalah keandalan mesin (reliability). Ini adalah kegagalan mesin kedua bagi Mercedes dalam tiga balapan terakhir (setelah Russell di Kanada).
Masalah kelistrikan yang puncaknya mematikan mobil Antonelli di lap-lap akhir disinyalir sudah mulai mengganggu performa mobilnya secara bertahap sepanjang balapan.
Meskipun gagal finis dan kehilangan banyak poin berharga, Kimi Antonelli masih kokoh memimpin klasemen sementara F1 2026 dengan 156 poin. Namun, dengan Hamilton yang kini mengintai di posisi kedua (115 poin). (*)
BACA JUGA: Kimi Antonelli Segel Gelar Pembalap Remaja Terhebat Sejarah F1 di GP Monaco






