Gol Hamza dan Penalti Raphinha Bawa Barcelona Sabet Trofi Joan Gamper 2026

Barcelona sukses menutup agenda pramusim mereka dengan torehan manis usai menundukkan raksasa Afrika, Al Ahly, 2-1 di Stadion Spotify Camp Nou. Diwarnai gol emosional Hamza Abdelkarim ke gawang sang mantan klubnya.
WWW.JERNIH.CO – Barcelona sukses menutup ajang pramusim mereka dengan mengamankan trofi tradisional tahunan, Joan Gamper Trophy 2026. Menghadapi raksasa Mesir dan jawara Afrika, Al Ahly, di Stadion Spotify Camp Nou, skuad asuhan Hansi Flick memetik kemenangan tipis 2-1. Laga ini menjadi momentum emosional sekaligus ujian intensitas bagi Blaugrana jelang dimulainya kompetisi resmi.
Barcelona langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal berbunyi dengan mengandalkan high pressing agresif. Kerjasama rapi antar pemain muda dan senior membuat Al Ahly lebih banyak bertahan di area sendiri sepanjang babak pertama.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-29 ketika Raphinha mengalirkan bola ke Alejandro Balde di sisi kiri. Balde yang melakukan overlapping hingga garis akhir mengirimkan umpan tarik (cut-back) terukur yang diselesaikan secara dingin lewat sepakan first-time oleh penyerang berusia 18 tahun, Hamza Abdelkarim.
Menariknya, Hamza memilih tidak merayakan gol tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada Al Ahly yang merupakan mantan klubnya. Jelang turun minum pada menit ke-45, Raphinha memperlebar keunggulan menjadi 2-0 lewat titik putih usai dirinya dijatuhkan oleh bek Hady Reyad di dalam kotak penalti.

Peta permainan sedikit berubah di babak kedua setelah Hansi Flick melakukan banyak pergantian pemain. Al Ahly memanfaatkan celah tersebut dan berhasil memperkecil kedudukan pada menit ke-51 melalui skema serangan balik cepat. Ahmed Sayed “Zizo” yang menerima umpan terobosan berkelas sukses mengecoh lini belakang Barca sebelum menaklukkan kiper Joan García.
Barcelona sebenarnya berpeluang mengunci kemenangan menjadi 3-1 pada menit ke-90 usai Anthony Gordon dijatuhkan di kotak terlarang, namun eksekusi penaltinya berhasil ditepis secara gemilang oleh kiper Al Ahly, Mohamed El-Shenawy. Kedudukan 2-1 untuk kemenangan Barca pun bertahan hingga laga usai.
Beberapa pemain menjadi sorotan utama dalam laga ini. Hamza Abdelkarim mencuri perhatian lewat pergerakan tanpa bola yang cermat dan penyelesaian akhir yang tenang, sementara Raphinha tampil sebagai kreator utama serangan di babak pertama dengan membukukan satu gol dan mengarsiteki proses gol pembuka.
Di kubu lawan, Mohamed El-Shenawy tampil luar biasa di bawah mistar gawang Al Ahly lewat sederet penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan penalti Anthony Gordon di penghujung laga. Secara keseluruhan, Barcelona mengakhiri laga dengan keunggulan 2-1 setelah memimpin 2-0 di babak pertama, dengan El-Shenawy mencatatkan satu-satunya penyelamatan penalti pada pertandingan ini.
Joan Gamper Trophy (Trofeu Joan Gamper) sendiri merupakan laga persahabatan tahunan yang diselenggarakan oleh FC Barcelona menjelang bergulirnya musim kompetisi resmi. Turnamen ini didedikasikan untuk mengenang Joan Gamper, sosok pendiri, mantan pemain, sekaligus mantan presiden FC Barcelona asal Swiss yang sangat berjasa dalam sejarah klub.
Pertama kali digelar pada tahun 1966 atas ide Presiden Enric Llaudet, edisi 2026 ini merupakan gelaran yang ke-61. Formatnya sempat berubah; jika pada kurun 1966 hingga 1996 ajang ini berformat turnamen mini empat tim selama dua hari, sejak tahun 1997 formatnya disederhanakan menjadi pertandingan tunggal akibat padatnya kalender sepak bola modern.
Meski secara status resmi hanyalah pertandingan pramusim persahabatan, Joan Gamper Trophy memiliki nilai kultural dan prestise yang sangat tinggi bagi FC Barcelona dan para pendukungnya. Ajang ini berfungsi sebagai tradisi pesta pembuka musim untuk memperkenalkan jajaran skuad resmi, pemain baru, serta staf pelatih secara langsung kepada publik Camp Nou.
Gengsi turnamen ini juga dijaga lewat level lawan yang diundang, di mana Barcelona selalu memilih tim-tim besar dunia seperti AC Milan, Juventus, Bayern Munchen, Boca Juniors, hingga jawara benua seperti Al Ahly. Meskipun tidak memperebutkan poin liga atau gelar resmi UEFA dan FIFA, laga ini tetap membawa gengsi kehormatan tinggi karena kekalahan di kandang sendiri selalu menjadi sorotan tajam pers Catalan, sementara kemenangan menjadi penanda kesiapan Blaugrana mengarungi musim baru.(*)
BACA JUGA: Hamza Abdelkarim Curi Perhatian Kala Barcelona Hadapi Birmingham






