Crispy

Hizbullah Mengganas: Drone ‘Siluman’ Serat Optik Hantam Markas Shomera, 12 Tentara Israel Terluka

JERNIH – Eskalasi di perbatasan Lebanon Selatan mencapai titik baru yang mengkhawatirkan bagi militer Israel (IOF). Hizbullah dilaporkan sukses melancarkan serangkaian serangan presisi menggunakan drone FPV, termasuk dugaan penggunaan teknologi serat optik pertama yang berhasil menembus wilayah perbatasan dan menghantam pangkalan di Shomera.

Dalam rangkaian operasi yang berlangsung Kamis (30/4/2026), Hizbullah tidak hanya menyerang tank di darat, tetapi juga berhasil merontokkan aset udara canggih milik Israel.

Sekitar pukul 10:30 pagi waktu setempat, Hizbullah mengumumkan keberhasilan unit pertahanan udaranya menjatuhkan drone pengintai canggih Israel, Hermes 450 – Zik, di atas langit kota Nabatieh. Drone tersebut dihantam rudal darat-ke-udara, sebuah klaim yang kemudian diakui oleh pihak militer Israel.

Serangan paling mematikan terjadi di pemukiman Shomera, wilayah al-Jalil barat. Sebuah drone FPV bermuatan peledak menghantam posisi militer Israel dengan telak. Drone tersebut menghantam kendaraan lapis baja hingga terbakar hebat. Ledakan tersebut memicu rentetan ledakan dari amunisi yang tersimpan di lokasi.

Militer Israel mengakui 12 tentara mereka terluka akibat insiden ini. Pihak IOF kini tengah menyelidiki apakah drone tersebut dikendalikan menggunakan kabel serat optik. Jika terbukti, ini adalah operasi perdana teknologi tersebut yang dilakukan melampaui garis perbatasan.

Selain serangan di Shomera, Hizbullah melaporkan rentetan keberhasilan lainnya di hari yang sama. Pada pukul 08:45, Hizbullah menghancurkan meriam artileri self-propelled 155mm di selatan Yaroun menggunakan drone FPV, pukul 10:00 menghantam dua tank Merkava di kota Bint Jbeil serta pukul 10:30, kembali menghantam dua tank Merkava di kota al-Qantara.

Harian Israel Haaretz melaporkan bahwa penggunaan drone peledak oleh Hizbullah kini menjadi tantangan operasional terbesar. Militer Israel mengakui mereka kekurangan penangkal yang efektif terhadap ancaman yang terus berevolusi ini.

Seorang perwira Israel yang dikutip dalam laporan tersebut menyatakan keputusasaannya: “Satu-satunya solusi adalah menugaskan prajurit untuk terus menatap langit. Tidak ada solusi teknologi yang nyata. Saat drone itu terlihat, semuanya sudah terlambat.”

Drone quadcopter milik Hizbullah disebut mampu berdiam (hover) di atas atap gedung dan hanya meledak saat mendeteksi pergerakan, membuat mobilisasi pasukan di area terbuka menjadi misi bunuh diri.

Di sisi lain, laporan tersebut mencatat bahwa operasi militer Israel di Lebanon Selatan saat ini sebagian besar berfokus pada penghancuran total rumah-rumah di desa-desa. Seorang komandan dikutip mengatakan bahwa misi utama mereka saat ini hanyalah “melanjutkan penghancuran” tanpa tujuan operasional lain yang jelas.

Back to top button