CrispyDesportare

Ini Sistem Pertandingan Baru Liga Champions

Pembagian klub Liga Champions telah rampung dilakukan. Bagaimana memahami sistem pertandingan fase liga yang digunakan sekarang?

WWW.JERNIH.CO  – Kompetisi UEFA Champions League (UCL) musim 2026/2027 menggunakan sistem Fase Liga (League Phase) yang diadaptasi dari Swiss Model.

Format baru ini menggantikan sistem fase grup tradisional untuk menciptakan persaingan yang lebih ketat, adil, dan menyajikan lebih banyak laga antarklub raksasa sejak awal musim.

Berapa Klub yang Ikut dan Bagaimana Pembagiannya?

Sebanyak 36 klub berpartisipasi di babak utama UCL 2026/2027. Seluruh peserta digabungkan ke dalam satu klasemen tunggal tanpa dibatas-batasi ke dalam kelompok grup kecil.

  • Sistem Pertandingan: Setiap klub bertanding sebanyak 8 kali menghadapi 8 lawan yang berbeda (4 laga home dan 4 laga away).
  • Penentuan Kelolosan Fase Gugur:
    • Peringkat 1 – 8: Otomatis lolos ke babak 16 besar.
    • Peringkat 9 – 24: Masuk ke babak play-off knockout (dua leg) untuk memperebutkan 8 tiket sisa ke babak 16 besar.
    • Peringkat 25 – 36: Langsung tersingkir dari kompetisi Eropa tanpa ada sistem turun kelas ke UEFA Europa League.

Apa Itu Pot dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Pot adalah pengelompokan klub ke dalam kategori unggulan berdasarkan peringkat koefisien UEFA 5 tahun terakhir, serta status juara bertahan.

Pada fase liga, 36 klub dibagi ke dalam 4 Pot (masing-masing berisi 9 tim):

  • Pot 1: Berisi juara bertahan UCL dan klub-klub dengan koefisien tertinggi.
  • Pot 2, 3, dan 4: Diisi secara berurutan berdasarkan nilai koefisien UEFA klub.

Aturan Undian Lawan:

Setiap klub—termasuk yang berada di Pot 1—akan diundi untuk menghadapi 2 lawan dari masing-masing Pot (Pot 1, 2, 3, dan 4). Dari dua lawan per pot tersebut, satu laga dimainkan di kandang dan satu laga dimainkan di tandang. Secara prinsip, klub dari liga/asosiasi negara yang sama tidak saling bertanding di fase ini.

Alasan Menggunakan Format Baru

UEFA menerapkan format baru ini dengan beberapa alasan strategis:

  1. Menghilangkan Matchday “Formalitas”: Pada sistem lama, klub raksasa kerap sudah mengunci tiket lolos pada matchday ke-4 atau ke-5. Pada sistem klasemen tunggal, setiap gol dan poin hingga matchday ke-8 sangat menentukan peringkat klasemen akhir.
  2. Big Match Sejak Awal: Tim-tim di Pot 1 kini wajib saling berhadapan di babak awal, memberikan lebih banyak duel bertabur bintang sebelum babak gugur.
  3. Keseimbangan Jadwal: Semua tim mendapatkan porsi lawan dari tingkat kesulitan yang setara (2 tim Pot 1, 2 tim Pot 2, dst.), sehingga tidak ada lagi istilah “grup neraka” atau “grup mudah”.(*)

BACA JUGA: Angka-Angka “Gila” di Balik Final Liga Champions  Budapest 2026

Back to top button