CrispyVeritas

Iran Kecam Serangan AS dan Israel, Langgar Piagam PBB dan Sasar Lokasi Sipil

Kedubes Iran menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk agresi yang melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Iran. Kedubes Iran di Jakarta juga secara terbuka menyerukan dukungan publik Indonesia. Kedubes Iran meminta pemerintah, tokoh politik, organisasi keagamaan, akademisi, hingga media di Indonesia agar tidak bersikap netral, melainkan secara tegas mengecam serangan tersebut.

JERNIH– Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengecam keras serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran, Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Serangan itu diklaim menyasar lokasi sipil dan infrastruktur vital di Teheran serta sejumlah kota lain.

Dalam pernyataan pers resminya, Kedubes Iran menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk agresi yang melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Iran. Kedubes Iran di Jakarta juga secara terbuka menyerukan dukungan publik Indonesia. Kedubes Iran meminta pemerintah, tokoh politik, organisasi keagamaan, akademisi, hingga media di Indonesia agar tidak bersikap netral, melainkan secara tegas mengecam serangan tersebut.

Serangan Amerika Serikat dan Israel, menurut Kedubes Iran, merupakan bagian dari rangkaian panjang pelanggaran terhadap hukum internasional, hak asasi manusia, dan hukum humaniter internasional, serta menjadi ancaman serius bagi perdamaian regional dan global.

“Serangan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel terhadap Republik Islam Iran merupakan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan merupakan tindakan agresi yang nyata,” demikian pernyataan Kedubes Iran di Jakarta, Sabtu. Iran menegaskan, berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, negaranya memiliki hak sah untuk membela diri. Dalam pernyataan tersebut, Iran menyatakan angkatan bersenjatanya akan menggunakan hak tersebut secara penuh untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan memberikan respons tegas.

“Iran akan menggunakan hak tersebut sepenuhnya dalam rangka mempertahankan integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran dengan memberikan respons yang tegas dan kuat,” tulis pernyataan itu.

Selain itu, Iran juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak. Sebagai negara pendiri PBB, Iran menilai Dewan Keamanan memiliki tanggung jawab untuk menghadapi pelanggaran terhadap perdamaian internasional yang disebutnya sebagai agresi terang-terangan. Republik Islam Iran meminta Ketua dan anggota Dewan Keamanan mengambil langkah segera untuk menangani situasi tersebut. []

Back to top button