Uncategorized

Gencatan Senjata Lebanon-Israel, Warga Rayakan Kepulangan Namun Ketegangan Politik Masih Tinggi

Situasi di Lebanon saat ini benar-benar campur aduk. Di satu sisi ada euforia luar biasa karena warga bisa pulang ke rumah, tapi di sisi lain ada ketegangan politik yang sangat tinggi karena Netanyahu dan Presiden Aoun punya pandangan yang bertolak belakang soal bagaimana perdamaian ini harus dijalankan.

JERNIH – Ribuan warga Lebanon tumpah ruah ke jalanan pada Jumat (17/4/2026) dini hari, merayakan berlakunya gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon. Kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat ini menandai jeda pertama setelah enam minggu pertempuran sengit yang menewaskan lebih dari 2.100 jiwa dan memaksa satu juta orang mengungsi.

Presiden AS Donald Trump menyebut momentum ini sebagai “Hari Bersejarah bagi Lebanon” melalui platform Truth Social. Trump bahkan berencana mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun ke Gedung Putih dalam empat hingga lima hari ke depan untuk merundingkan perdamaian permanen.

Hanya satu jam setelah gencatan senjata berlaku pada pukul 00.00 waktu setempat, gelombang kendaraan mulai memadati jalur menuju Lebanon Selatan dan pinggiran selatan Beirut (Dahiyeh). Bus-bus yang membawa pengungsi terus bergerak menuju Nabatieh meski infrastruktur hancur lebat.

Unit zeni Tentara Lebanon bergerak cepat membuka rute baru dan memperbaiki jembatan darurat di atas Sungai Litani, termasuk Jembatan al-Qasmiyeh yang sebelumnya dihancurkan serangan udara Israel. Di Beirut, suara klakson mobil dan sorak-sorai kemenangan menyelimuti kota, menandakan kembalinya kehidupan di lingkungan yang selama berminggu-minggu menjadi sasaran bom.

Meski disambut sukacita, kesepakatan ini berdiri di atas fondasi yang sangat goyah. Tentara Lebanon melaporkan adanya sejumlah pelanggaran oleh pihak Israel, termasuk penembakan artileri yang masih terjadi di beberapa desa di selatan sesaat setelah gencatan senjata dimulai.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pun memperingatkan bahwa operasi militer yang masih berlangsung dapat merusak gencatan senjata yang baru seumur jagung ini. Di sisi lain, Iran melalui Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa gencatan senjata ini adalah hasil dari “keteguhan perlawanan” namun meminta semua pihak untuk tetap waspada.

Meskipun gencatan senjata berjalan, Benjamin Netanyahu menegaskan dua syarat keras: perlucutan senjata Hizbullah dan tetap dipertahankannya “zona keamanan” sedalam 10 kilometer di wilayah Lebanon Selatan. Hal ini memicu kekhawatiran di Beirut akan adanya pendudukan permanen model baru oleh Israel.

Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun dilaporkan menolak komunikasi langsung dengan Netanyahu. Lebanon tetap pada posisi tidak mengakui Israel secara diplomatik dan menuntut penarikan penuh pasukan Israel ke perbatasan internasional. Aoun menegaskan bahwa kedaulatan Lebanon sepenuhnya berada di tangan pasukan keamanan resmi Lebanon, bukan kelompok bersenjata non-negara maupun pihak asing.

Poin Utama Kesepakatan Gencatan Senjata (17 April 2026):

Detail KesepakatanPenjelasan
Durasi10 Hari (Dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama).
Garis PertahananIsrael mempertahankan “zona keamanan” 10 km selama masa jeda.
Otoritas WilayahTentara Lebanon memegang tanggung jawab eksklusif atas kedaulatan.
MekanismeAS memfasilitasi negosiasi langsung terkait batas wilayah darat.
Status MiliterIsrael boleh bertindak untuk “pertahanan diri,” tapi dilarang melakukan operasi ofensif.

Back to top button