CrispyDesportare

[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Sihir Charles De Ketelaere, Cetak Brace dan Bungkam AS

Tampil dominan dengan rating fantastis 9.4, bintang Atalanta Charles De Ketelaere sukses mengantarkan Belgia ke perempat final sekaligus membuktikan diri sebagai tumpuan baru generasi emas Setan Merah.

WWW.JERNIH.CO –  Panggung Piala Dunia 2026 kembali melahirkan cerita magis. Kali ini, sorotan utama tertuju pada gelandang serang muda tim nasional Belgia, Charles De Ketelaere. Pemain berbakat ini sukses menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Amerika Serikat (AS) dalam laga sengit babak 16 besar. Melalui performa yang luar biasa, ia berhasil mencetak brace (dua gol) dan membawa Setan Merah menang telak dengan skor 4-1.

Bagi publik sepak bola, aksi memukau ini mempertegas bahwa Belgia tidak pernah kehabisan generasi emas di lini serang mereka.

Di sisi lain mempecundangi AS sekaligus menjawab semua skandal yang membuat Piala Dunia terlalu banyak diwarnai kontroversi. Terutama tentang dibolehkannya Balogun bermain setelah terkena kartu merah.

Lahir di Bruges pada 10 Maret 2001, Charles De Ketelaere (sering dijuluki CDK) adalah pesepak bola profesional berusia 25 tahun yang berposisi asli sebagai gelandang serang. Memiliki postur menjulang setinggi 192 cm, De Ketelaere adalah anomali di lini tengah.

Ia tidak hanya mengandalkan fisik yang kuat untuk memenangkan duel udara, tetapi juga dibekali visi bermain yang visioner, teknik olah bola di atas rata-rata, serta kelincahan kaki kiri yang sangat mematikan.

Ia memulai karier akademinya di klub lokal papan atas Belgia, Club Brugge. Bakat besarnya membuat AC Milan kepincut dan memboyongnya ke Italia pada tahun 2022. Meski sempat kesulitan beradaptasi di musim pertamanya di San Siro, ia berhasil menemukan kembali performa terbaiknya saat pindah ke klub Serie A lainnya, di mana ia bertransformasi menjadi salah satu pemain paling kreatif dan ditakuti.

Dalam pertandingan krusial melawan Amerika Serikat di babak gugur Piala Dunia 2026, De Ketelaere dipercaya turun sejak menit awal. Kepercayaan pelatih langsung dibayar tuntas. Sejak peluit pertama dibunyikan, CDK tampil sangat dominan, bergerak bebas di ruang antar lini, dan terus mengacaukan koordinasi pertahanan berlapis Amerika Serikat.

Di menit ke-9 memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan, De Ketelaere dengan cerdik menusuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan akurat yang membuka keunggulan Belgia menjadi 1-0.

Berlanjut di menit ke-33.  Setelah Amerika Serikat sempat menyamakan kedudukan lewat Malik Tillman di menit ke-31, De Ketelaere merespons instan hanya dua menit berselang. Ia kembali mencetak gol keduanya malam itu untuk mengubah skor menjadi 2-1 sekaligus meruntuhkan mental bertanding tim AS.

Selama 67 menit berada di lapangan sebelum digantikan, De Ketelaere mencatatkan statistik yang luar biasa. Ia melepaskan 3 tembakan yang semuanya tepat sasaran (on target), menyumbang 1 assist untuk gol rekannya, serta mencatatkan akurasi umpan yang sangat tinggi.

Performa ini membuatnya diganjar rating fantastis 9.4, menjadikannya pemain terbaik (Man of the Match) dalam laga tersebut. Belgia akhirnya menutup laga dengan kemenangan telak 4-1 setelah menambah gol lewat Hans Vanaken dan Romelu Lukaku.

Saat ini, Charles De Ketelaere bermain untuk klub Serie A Italia, Atalanta BC. Setelah sempat menjalani masa peminjaman yang sukses dari AC Milan, Atalanta memutuskan untuk mempermanenkan jasanya pada musim panas 2024. Di bawah asuhan Gian Piero Gasperini, potensi De Ketelaere benar-benar meledak. Gaya permainan Atalanta yang agresif dan menyerang sangat cocok dengan atribut ofensif yang dimilikinya.

Berkat penampilan konsisten di level klub dan magisnya bersama timnas Belgia di Piala Dunia 2026, nilai pasar (market value) Charles De Ketelaere meroket tajam. Berdasarkan pembaruan data dari situs Transfermarkt, nilai pasarnya kini berada di angka Rp520 miliar hingga Rp690 miliar. (*)

BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Tembok Kokoh Iran Frustrasikan Belgia

Back to top button