MoronVeritas

Gurita Bisnis Kaesang, dari Gulung Tikar UMKM hingga Terjerat Utang Triliunan

Mulai dari puluhan gerai UMKM yang diam-diam gulung tikar, kegagalan proyek kuliner bareng Raffi Ahmad, hingga emiten afiliasinya (PMMP) yang kini megap-megap terlilit utang perbankan fantastis mencapai Rp2,8 triliun.

WWW.JERNIH.CO – ​ Perjalanan bisnis Kaesang Pangarep, putra bungsu mantan Presiden Joko Widodo, dulu dikenal agresif dalam membangun gurita bisnis di berbagai sektor sejak usia muda, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua langkah investasinya berjalan mulus.

Setelah sang ayah tidak lagi menjabat sebagai presiden, beberapa lini bisnisnya justru dilaporkan menghadapi krisis finansial yang serius, bahkan terjerat utang hingga triliunan rupiah.

Salah satu sorotan terbesar tertuju pada emiten industri makanan beku berbasis udang, yaitu PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Kaesang. Laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut sedang terlilit tekanan keuangan berat akibat gunungan utang perbankan yang mencapai sekitar Rp2,8 triliun.

Beberapa rincian kewajiban utang pokok perbankan (di luar utang bunga) yang dihadapi PMMP antara lain di Bank Permata, outstanding pinjaman mencapai nyaris Rp1 triliun (sekitar 53,12 juta dolar).

Di BCA, kewajiban menembus angka US$40,29 juta atau berkisar Rp723 miliar. Lalu di     Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) utang tercatat sebesar US$30,71 juta. Dan di     Bank SMBC Indonesia: Pinjaman yang jatuh tempo senilai US$22,80 juta.

Dampak dari keterbatasan modal kerja ini memaksa perusahaan melakukan restrukturisasi utang besar-besaran, melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan, serta menutup sebagian fasilitas pabrik hingga menyisakan satu unit operasi saja di Situbondo, Jawa Timur.

Sebelum terseret kasus utang triliunan di sektor korporasi besar, jejak digital Kaesang di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kuliner Food and Beverage (F&B) sebenarnya sudah dipenuhi oleh deretan bisnis yang bertumbangan alias gulung tikar. Banyak dari bisnis ini sempat viral saat diluncurkan, namun akhirnya redup dan mati total dalam hitungan tahun.

Sektor Kuliner dan Ritel (F&B)

Sang Pisang: Dianggap sebagai salah satu pelopor bisnisnya yang paling sukses sejak 2017 dan sempat memiliki puluhan cabang hingga Malaysia. Namun, beberapa tahun belakangan gerainya berguguran secara massal di berbagai kota, termasuk gerai utamanya di Solo yang kini telah tutup dan bangunannya dikontrakkan.

Ternakopi: Bisnis kopi kekinian yang sempat merajai dengan 40 gerai pada tahun 2019, namun terpaksa tutup permanen pasca-pandemi karena sepi peminat.

 Goola: Bisnis minuman tradisional modern yang diwarisi dari kakaknya, Gibran Rakabuming. Meski sempat mendapat suntikan modal ventura besar dari Alpha JWC Ventures, eksistensinya terhenti sejak akhir 2020.

Siapmas dan RANS Nusantara Hebat: Produk camilan minimarket (Kemripik) serta mega-proyek kuliner kolaborasinya bersama Raffi Ahmad di BSD dilaporkan tutup setelah sepi pengunjung.

Sektor Fashion dan Game

Truz Official: Menyusul lini pakaian pertamanya (Sang Javas), Kaesang merilis merek clothing line kedua bertema skaters dan hoodie berlogo kecebong ini bersama pihak ketiga. Seperti pendahulunya, aktivitas promosi dan penjualan merek ini sudah lama mati suri di media sosial.

Hompimpa Games: Bisnis hiburan berupa board game dan kartu permainan yang mengusung pesan toleransi serta budaya Nusantara (seperti game The Art of Batik). Proyek kerja sama dengan sang kakak ini gagal menarik minat pasar yang luas dan gerai fisiknya di Surakarta sudah tidak aktif.

Sektor Aplikasi dan Teknologi (IT)

Madhang.id: Sebuah aplikasi digital yang menjembatani ibu rumah tangga untuk menjual masakan rumahan. Aplikasi ini bangkrut dengan meninggalkan banyak keluhan dari pengguna mengenai dana yang mengendap dan tidak bisa dicairkan.

Kerjaholic: Aplikasi pencari kerja (job-seeker platform) yang dikhususkan untuk membangun relasi bagi para fresh graduate. Sayangnya, jangkauannya yang terbatas di wilayah Jawa Tengah saja membuat aplikasi ini kalah bersaing dengan raksasa platform kerja lainnya dan kini tidak terdengar lagi kelanjutannya.

Enigma Camp: Berbeda dengan lini bisnis lainnya yang hancur, Enigma Camp yang didirikan sejak 2017 merupakan wadah pelatihan coding dan penyedia talenta IT (IT Bootcamp). Bisnis manajemen talenta ini menjadi salah satu dari sedikit lini non-kuliner Kaesang yang mencoba bertahan di tengah badai ekosistem bisnisnya yang lain.

Di tengah badai kebangkrutan bisnis kulinernya, investasi Kaesang di perusahaan media dan hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), justru mencatatkan status yang berbeda.

Berdasarkan prospektus ringkas menjelang penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) RANS Entertainment, nama Kaesang Pangarep secara resmi tercatat sebagai salah satu pemegang saham individu sebelum perusahaan melantai di bursa.

Kaesang menggenggam kepemilikan saham RANS sebanyak 115,25 juta lembar saham. Jumlah tersebut setara dengan porsi kepemilikan sebesar 1,14% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan nilai nominal keseluruhan aset saham tersebut ditaksir mencapai Rp1,15 miliar.

Meskipun persentasenya tergolong kecil dibanding saham pengendali milik Raffi Ahmad yang mencapai 78,68%, kepemilikan ini menempatkan Kaesang di jajaran investor elite lingkaran dalam RANS Entertainment.(*)

BACA JUGA: Dari Mana Kaesang Punya Duit Banyak?

Back to top button