CrispyVeritas

Korban Tewas Akibat Kebrutalan Militer Israel di Gaza Melampaui 70.000

  • Setidaknya 352 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas berlaku pada 10 Oktober.
  • Mediator didesak untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran gencatan senjata di wilayah Palestina yang dilanda perang.

JERNIH – Jumlah korban tewas Palestina telah melampaui 70.000 sejak perang Israel-Hamas dimulai pada 7 Oktober 202.  Jumlah korban terus meningkat setelah gencatan senjata terakhir berlaku pada 10 Oktober lalu. Sementara sebuah rumah sakit menyatakan kemarin, tembakan Israel menewaskan dua anak Palestina di selatan wilayah tersebut.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan Sabtu (29/11/2025) menyatakan jumlah korban tewas Palestina kini mencapai 70.100.  Israel masih melancarkan serangan meskipun sudah ada gencatan senjata. Setidaknya 352 warga Palestina telah tewas di seluruh wilayah tersebut sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas berlaku pada 10 Oktober.

Belum ada komentar langsung dari Israel, yang mempertanyakan keakuratan angka-angka dari Gaza, meskipun belum menerbitkan perkiraannya sendiri. Pengeboman Israel terhadap Gaza telah menyebabkan sebagian besar jalur Gaza hancur, sehingga sulit mengumpulkan informasi akurat tentang korban.

Kemarin tembakan Israel menewaskan dua anak Palestina di selatan wilayah tersebut. Staf di Rumah Sakit Nasser, yang menerima jenazah anak-anak di Gaza selatan, mengatakan kedua bersaudara itu, yang berusia 8 dan 11 tahun, tewas ketika sebuah pesawat nirawak Israel menyerang di dekat sebuah sekolah yang menampung para pengungsi di kota Beni Suhaila.

Militer Israel mengatakan telah menewaskan dua orang yang menyeberang ke wilayah yang dikuasai Israel, “melakukan aktivitas mencurigakan,” dan mendekati pasukan. Namun pernyataan itu tidak menyebutkan anak-anak.  Militer mengatakan mereka juga menewaskan orang lain dalam insiden terpisah namun serupa di selatan.

Hamas kembali mendesak para mediator pada hari Sabtu untuk menekan Israel agar menghentikan apa yang disebutnya pelanggaran gencatan senjata di Gaza. Sebuah cetak biru AS yang menguraikan masa depan Gaza, yang telah hancur akibat perang lebih dari dua tahun, masih dalam tahap awal.

Rencana untuk mengamankan  wilayah tersebut mengesahkan pasukan stabilisasi internasional untuk menjaga keamanan, menyetujui otoritas transisi, dan membayangkan kemungkinan jalan menuju negara Palestina yang merdeka di masa depan. Pasukan Israel telah bergerak maju di sejumlah front lain di wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Di Tepi Barat yang diduduki Israel, tentara Israel dituduh oleh warga Palestina mengeksekusi dua orang pada hari Kamis setelah rekaman yang disiarkan dua stasiun televisi Arab menunjukkan pasukan menembak kedua pria tersebut padahal mereka sudah mengangkat kedua tangan sebagai tanda menyerah.

Serangan Israel, yang semakin diakui sebagai genosida, telah memusnahkan seluruh keluarga Palestina. Moaz Mghari mengatakan ia telah kehilangan 62 kerabatnya, termasuk orang tuanya dan empat saudara kandung, dalam serangkaian serangan udara Israel yang menghancurkan dua bangunan tempat tinggal di dekat pintu masuk kamp Bureij di Jalur Gaza tengah.

Kepada Reuters, ia mengatakan sedang berada di toko pakaian terdekat ketika mendengar suara ledakan dan langit menjadi gelap karena debu. Ia bergegas pulang dan mendapati bangunan keluarganya telah menjadi puing-puing. “Lalu saya mulai menyadari apa yang terjadi, saya kehilangan segalanya, saya kehilangan semua orang,” kata Mghari.

Militer Israel telah berulang kali membantah menargetkan warga sipil, meskipun bukti di lapangan menunjukkan sebaliknya. Pernyataan para pemimpin Israel, termasuk Presiden Isaac Herzog, juga telah dikutip dalam gugatan genosida Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional sebagai bukti niat genosida.

Back to top button