Korea Utara Diduga Uji Tembak Rudal Berbasis Kapal Selam

- Uji tembak itu dilakukan di pangkalan kapal selam Korea Utara di Sinpo.
- Uji coba telah diatur waktunya untuk memanfaatkan pengalihan perhatian global ke ketegangan di Timur Tengah.
JERNIH — Korea Utara (Korut), Minggu 19 April, menembakan sejumlah rudal jarak pendek (SRBM) ke Laut Timur dari lokasi armada kalap selam. Muncul dugaan Korut sedang menguji tembak rudal berbasis kapal selam (SLBM).
Situs koreajoongangilbo.com memberitakan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel) mengatakan rudal-rudal itu diluncurkan sekitar pukul 6:10 pagi dari Sinpo, Propinsi Hamgyong Selatan. Rudal terbang sejauh 140 ilometer menuju perairan di lepas Alsom — sebuah pulau kecil di Provinsi Hamgyong Utara.
Lima proyektil memperlihatkan karakteristik SRBM yang khas. Korsel mempertirakan rudal itu ditembakan dari darat, tapi analis mengatakan area peluncuran — tempat aset kapal selam Korut — meningkatkan kemungkinan senjata yang diuji tembak adalah SLBM.
Pangkalan Sinpo menampung kapal selam serang nuklir taktis Hero Kim Kun Ok berbobot 3.000 ton, serta 8.24 Yongung — platform uji yang telah lama digunakan dalam pengembangan SLBM.
Pyongyang pertama kali melakukan uji coba SLBM dari platform tersebut tahun 2016 dan telah menggunakannya untuk peluncuran selanjutnya, termasuk satu pada tahun 2022.
Peluncuran itu menunjukkan upaya berkelanjutan Kim Jong-un mengembangkan kemampuan serangan balasan, yang memungkinkan rezimnya untuk meluncurkan senjata nuklir dari aset bawah laut bahkan jika Korut mengalami serangan nuklir.
Uji coba hari Minggu adalah yang terbaru dalam serangkaian aktivitas terkait senjata baru-baru ini oleh rezim Pyeongyang. Korut melakukan beberapa uji coba rudal dan mesin awal bulan ini, termasuk uji peluncuran SLBM KN-23 dengan konfigurasi hulu ledak berbeda. Korut juga meluncurkan rudal jelajah strategis dan rudal anti-kapal dari kapal perusak berbobot 5.000 ton yang baru saja diluncurkan pada 12 April.
Beberapa analis mengatakan uji coba telah diatur waktunya untuk memanfaatkan pengalihan perhatian global ke ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Yang lain menunjuk pada faktor internal dan diplomatik. Korea Utara sering melakukan uji coba senjata besar di sekitar peringatan politik penting, termasuk 15 April, hari ulang tahun Kim Il Sung, pendiri rezim dan kakek Kim Jong-un.
Peluncuran terbaru ini juga terjadi tak lama setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi ke Pyongyang, yang oleh beberapa pengamat dianggap sebagai sinyal dari Korut bahwa mereka akan terus melanjutkan pengembangan senjata terlepas dari preferensi China.
Namun demikian, para pejabat berhati-hati dalam penilaian mereka terhadap peluncuran tersebut, karena Korut sebelumnya telah melakukan uji coba berbasis darat di dekat fasilitas kapal selam untuk meniru aktivitas SLBM (Surface-Landing Bombay Missile).
“Jangkauan dan lintasan [proyektil-proyektil ini] yang dilaporkan menyulitkan untuk mengklasifikasikannya secara pasti sebagai SLBM,” kata Shin Jong-woo, seorang analis di Forum Pertahanan dan Keamanan Korea. “Ini juga bisa jadi uji coba rudal balistik taktis baru.”
Komando Indo-Pasifik AS mengatakan pihaknya mengetahui peluncuran tersebut tetapi menyimpulkan bahwa hal itu tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap wilayah AS atau sekutunya.
Kantor kepresidenan Korsel mengadakan pertemuan keamanan darurat setelah peluncuran tersebut dan mengeluarkan pernyataan yang mengutuknya sebagai pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB.
Pernyataan itu juga mendesak Korut untuk “menghentikan provokasi lebih lanjut.”
Kementerian Pertahanan Seoul menambahkan bahwa militer Korsel mempertahankan postur pertahanan gabungan yang kuat dengan Amerika Serikat dan tetap siap untuk menanggapi setiap eskalasi oleh Korut.
Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Korea dan diterjemahkan oleh seorang reporter dwibahasa dengan bantuan alat AI generatif. Kemudian diedit oleh seorang editor berbahasa Inggris asli. Semua terjemahan yang dibantu AI ditinjau dan disempurnakan oleh ruang redaksi kami.






