Sebelas Ilmuwan Nuklir Tewas dan Hilang Misterius, Presiden Trump Perintahkan Investigasi

- Kasus terakhir melibatkan Amy Eskridge, ilmuwan berusia 34 tahun yang meneliti teknologi anti-gravitasi.
- Sebelum kematiannya, Amy mengatakan kepada salah satu podcaster bahwa hidupnya dalam bahaya.
JERNIH — Presiden AS Donald Trump memerintahkan penyelidikan atas kematian dan hilang misterius hampir selusin ilmuwan yang memiiki akses ke beberapa rahasia nuklir dan ruang angkasa.
Berbicara kepada wartawan, Kamis lalu, Trump mengatakan dia baru saja keluar dari pertemuan yang membahas masalah ini dan mencatat bahwa ini persoalan cukup serius. Sepekulasi yang berkeliaran secara daring menyebut spionase asing dan upaya pemerintah menutup penelitian UFO.
“Saya harap kita akan mengetahuinya dala satu setengah pekan ke depan,” kata Trump. “Beberapa dari mereka adalah orang yang sangat penting, dan kita akan menyelidikinya dalam waktu singkat.”
Sejak 2023 setidaknya sepuluh individu yang berkaitan dengan penelitian tingkat lanjut telah meninggal atau menghilang dala keadaan membingungkan. Di antara mereka;
Steven Garcia (48), kontraktor pemerintah di Kansas City National Security Campus, yang memproduksi lebih dari 80 persen komponen non-nuklir untuk senjata nuklir AS. Ia menghilang dari rumahnya di Albuquerque pada Agustus 2025, meninggalkan telepon, dompet, dan kunci, serta hanya membawa satu pistol.
Pensiunan Mayor Jenderal William McCasland (68), mantan komandan Air Force Research Laboratory at Wright-Patterson Air Force Base, menghilang dari rumahnya di New Mexico pada Februari 2026. Istrinya memberi tahu operator 911 bahwa suaminya ‘berencana untuk tidak ditemukan.’
Anthony Chavez, mantan karyawan Los Alamos National Laboratory, dan Melissa Casias — asisten administrasi di laboratorium senjata nuklir yang sama. Keduanya menghilang pada tahun 2025, pergi dari rumah mereka dengan berjalan kaki dan meninggalkan barang-barang mereka.
Monica Jacinto Reza (60), direktur di NASA’s Jet Propulsion Laboratory, menghilang saat mendaki gunung di California pada Juni 2025.
Dua ilmuwan lain di laboratorium tersebut; Frank Maiwald dan Michael Hicks, dilaporkan meninggal sejak 2023. Tidak ada dugaan tindak kejahatan dalam dua kasus terakhir, dan penyebab kematian belum diumumkan kepada publik, menurut Daily Mail.
Nuno Loureiro (47), direktur MIT’s Plasma Science and Fusion Center, ditembak mati di rumahnya pada Desember 2025.
Carl Grillmair (67), astrofisikawan Caltech, ditembak mati di teras rumahnya pada Februari 2026.
Jenazah ilmuwan penelitian kanker yang hilang, Jason Thomas, dilaporkan ditemukan di sebuah danau di Massachusetts bulan lalu.
Kemungkinan kasus ke-11 juga muncul pada hari Kamis ketika Daily Mail melaporkan bahwa Amy Eskridge, ilmuwan berusia 34 tahun yang diduga meneliti teknologi anti-gravitasi, ditemukan tewas di Alabama tahun 2022 akibat tembakan yang dilakukan sendiri. Media menemukan polisi dan pemeriksa medis belum merilis laporan investigasi publik tentang insiden itu. Sebelum kematiannya, Eskridge menyatakan dalam sebuah podcast bahwa hidupnya dalam bahaya.
Mantan asisten direktur FBI Chris Swecker sebelumnya mengatakan kepada Daily Mail bahwa kasus-kasus tersebut perlu diteliti lebih lanjut, dengan mencatat bahwa “semuanya mencurigakan, dan ini adalah para ilmuwan yang telah bekerja di bidang teknologi kritis.”
Pihak berwenang sejauh ini belum menetapkan adanya hubungan yang terkonfirmasi di antara kasus-kasus tersebut.






