Korsel Kini Punya Mantan Ibu Negara Pertama yang Didakwa Korupsi

- Kim Keon Hee diduga menerima barang mewah, termasuk berlian dan tas tangan Chanel senilai 800 juta won, atau Rp 9,4 miliar
- Penyelidikan diperluas terhadap kemungkinan hubungan korupsi antara Gereja Unifikasi dan Partai Kekuatan Rayat yang berkuasa saat itu.
JERNIH — Tim penyidik khusus, Jumat 29 Agustus, mendakwa Kim Keon Hee, istri presiden Korsel Yoon Suk Yeol yang dimakzulkan, atas tuduhan pelanggaran dana politik, manipulasi saham, dan penyuapan.
Korea Herald memberitakan ini kali pertama dalam sejarah Korsel seorang istri mantan presiden didakwa. Sebelumnya, 12 Agustus lalu, Kim Keon Hee menjadi mantan ibu negara Korsel pertama yang ditangkap dan dijebloskan ke tahanan.
Tim penyidik mengatakan Kim Keon Hee menghadapi tiga dakwaan utama. Pertama, terlibat skema manipulasi saham yang melibatkan Deutsch Motors antara 2010-2012, yang menghasilkan keuntungan ilegal lebih 8 miliar won atau Rp 94 miliar.
Kedua, antara 2021-2011 Kim Keon Hee dan Yoon Suk Yeol diduga meminta pialang politik Myung Tae-gyun untuk melakukan jajak pendapat tanpa membayar biaya 2,7 miliar won. Terakhir, Kim Keon Hee diduga menerima barang mewah, termasuk berlian dan tas tangan Chanel senilai 800 juta won, atau Rp 9,4 miliar dari Gereja Unifikasi melalui dukun Jeon Seong-bae.
Tim penyidik juga meminta perintah pengadilan agar Kim, yang menyimpan aset senilai 10,3 miliar won atau Rp 122 miliar, menyerahkan hasil kejahatannya. Jaksa mengatakan akan terus menyelidiki kejahatan Kim yang lain, termasuk dugaan penyuapan.
Penyelidikan diperluas terhadap kemungkinan hubungan korupsi antara Gereja Unifikasi dan Partai Kekuatan Rayat yang berkuasa saat itu. Aparat hukum curiga Kim berperan membangun hubungan itu.