Crispy

Luka Modric Dituduh Membiayai Kegiatan Mata-mata

Zagreb — Luka Modric, ikon sepakbola Kroasia, dituduh membiayai kegiatan mata-mata untuk mendiskreditkan jaksa penuntut umum yang menyelidiki kasus sumpah palsu gelandang Real Madrid itu saat pindah ke Tottenham Hotspurs.

Blic, surat kabar Serbia, memberitakan Modric meminta Kepala Polisi Nasional Kroasia Nikola Kajkic mencari dokumen perang 1991 untuk mendiskreditkan jaksa Miroslav Kraljevic.

Kajkic menghubungi Drazen Letic, pejabat Kementerian Dalam Negeri Serbia, dan menceritakan misinya. Letic tahu apa yang dibutuhkan Kajkic dan Modric, dan menyanggupi.

Letic mencari dokumen Perang 1991. Blic mengklaim Letic memalsukan dokumen itu, dengan memasukan nama Miroslav Kraljevic sebagai figur yang terlibat dalam operasi Tentara Rakyat Yugoslavia melawan Kroasia.

Kroasia dan Serbia berperang mulai 1991 sampai 1996. Sekelompok pasukan bersenjata yang ingin mempertahankan keutuhan Yugoslavia memerangi Serbia dan Kroasia.

Kajkic menyerahkan sejumlah uang kepada Letic. Rencananya, Modric akan menggunakan data dalam dokumen itu untuk menyerang Kraljevic secara pribadi.

Tahun 2008 Modric berangkat dari Dinamo Zagreb ke Tottenham. Sembilan tahun kemudian terungkap bahwa banyak ketidak-beresan dalam transfer itu, dan tahun 2017 Modric memberikan kesaksian soal rincian transfer itu.

Tahun 2018, Modric dituduh memberikan keterangan palsu. Ia dilaporkan ke kejaksaan, dan Kraljevic memulai penyelidikan.

Kisruh transfer Modric ke Tottenham Hotspurs memakan korban. Zdravko Mamic, direktur eksekutif Dinamo Zagreb dan orang yang membuka jalan bagi Modric ke Liga Inggris, dijatuhi hukuman enam setengah tahun penjara. Ia dinyatakan bersalah menggelapkan 15 juta euro dari klub, dan menghindari pajak 1,2 juta euro.

Mamic melarikan diri ke Bosnia-Herzegovina. Ia tidak diekstradisi karena memegang kewarga-negaraan Bosnia.

Membantah

Menanggapi tuduhan mata-mata untuk kepentingan pribadi, Kajkic mengatakan; “Saya tidak pernah bertemu Modric secara pribadi. Bahkan saya belum pernah melihat bintang sepakbola itu. Dia juga tidak pernah menjabat tangan saya atau minum kopi bersama.”

Modric membiayai operasi rahasia, katanya, omong kosong. Ia juga mengatakan; “Yang akan Anda baca dalam beberapa hari ke depan juga omong kosong.”

Di Belgrade, ibu kota Serbia, Badan Informasi dan Keamanan Serbia mengajukan pengaduan kriminal terhadap Letic dan Kajkic atas dugaa melakukan mata-mata di kantor kejaksaan kota Sremska Mitrovica di Serbia.

Kajkic tidak dapat didekati penyelidik Serbia, karena berada di Kroasia. Kini penyelidikan sepenuhnya pada Letic.

Menariknya, otoritas keamanan kedua negara tidak mengeluarkan pernyataan yang menyangkal atau membenarkan tuduhan Modric membiayai kegiatan mata-mata. Modric juga belum mengeluarkan pernyataan.

Back to top button