Makin Narsistik, AS Siapkan Uang Kertas $250 Bergambar Wajah Donald Trump

JERNIH — Pemerintahan Donald Trump kembali memicu kontroversi sengit yang membelah opini publik Amerika Serikat. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan persiapan matang untuk mencetak uang kertas pecahan baru bernilai 250 dolar AS ($250) dengan gambar wajah Presiden Donald Trump.
Rencana ini dinilai sangat radikal karena menabrak tradisi moneter AS yang sudah berjalan lebih dari seabad. Pasalnya, hukum federal AS dengan tegas melarang wajah orang yang masih hidup untuk tampil di mata uang resmi negara. Namun, demi melancarkan ambisi ini, sebuah rancangan undang-undang (RUU) pengecualian khusus bagi presiden dan mantan presiden telah diajukan sejak tahun lalu.
“Saat ini, usulan undang-undang tersebut sudah berada di meja DPR dan Senat AS untuk mengubah aturan utama, sehingga orang yang masih hidup, Donald J. Trump, bisa dipasang di uang kertas $250,” ungkap Bessent dalam konferensi pers di Gedung Putih, Kamis (28/5/2026).
Langkah kontroversial ini terendus setelah The Washington Post membocorkan bahwa Bendahara Negara AS, Brandon Beach—yang merupakan orang pilihan Trump—terus mendesak Biro Engraving dan Pencetakan uang untuk mengebut proses pembuatan mata uang baru ini.
Uang kertas $250 ini sengaja dirancang untuk memperingati hari jadi ke-250 Deklarasi Kemerdekaan AS yang diproklamasikan pada 4 Juli 1776 silam Berdasarkan bocoran desain cetak (mock-up) yang didapat media, uang tersebut akan dihiasi tulisan “America 250 anniversary”.
Menkeu Scott Bessent membela proyek ini dan menilai tidak ada yang salah dengan rencana tersebut. “Saya rasa tidak ada hal yang tidak pantas dengan menempatkan Presiden Amerika Serikat, orang yang menjabat sebagai Presiden AS, di dalam uang kertas peringatan ke-250 tahun ini,” cetus Bessent di hadapan para jurnalis.
Rencana pencetakan uang ini dinilai para pengamat sebagai puncak dari upaya Trump memperluas citra personel (personal branding) menggunakan fasilitas dan kapasitas resminya sejak kembali menduduki Gedung Putih pada 2025.
Sebelum urusan uang kertas ini mencuat, Trump tercatat sudah melakukan beberapa langkah narsistik yang memicu gelombang kritik. Misalnya memasang spanduk bergambar wajah Trump dipasang di Departemen Kehakiman dan gedung-gedung federal lainnya.
Selain itu, jajaran dewan pengurus Kennedy Center yang ditunjuk Trump nekat menambahkan nama Trump pada fasilitas seni pertunjukan nasional tersebut. Padahal, Kongres awalnya mendedikasikan gedung itu sebagai memorial untuk mengenang mendiang Presiden John F. Kennedy yang tewas ditembak.
Tanda tangan Trump juga dijadwalkan bakal muncul di mata uang kertas AS dalam proyek peringatan ke-250 tahun ini. Ini adalah sejarah pertama kalinya seorang presiden aktif membubuhkan tanda tangan di uang dolar, yang biasanya hanya ditandatangani oleh Menteri Keuangan dan Bendahara Negara.
Pada Maret lalu, Komisi Seni Rupa AS yang dipimpin kroni Trump, Rodney Mims Cook Jr., menyetujui pencetakan koin emas peringatan khusus yang memuat gambar sang presiden Republik tersebut dengan memanfaatkan celah hukum (legal loophole).
Tak pelak, manuver bertubi-tubi ini memantik kecaman keras dari para kritikus dan oposisi. Mereka meradang dan menyamakan syahwat politik narsistik Trump ini dengan perilaku usang para diktator dunia dan raja-raja monarki absolut.






