Manchester City Hantam Crystal Palace 3-0, Arsenal Makin Tertekan

Tiga gol bisa merubah segalanya. Jika poin dengan Arsenal sama, maka kemenangan 3-0 ini adalah kunci. Jarak ke Arsenal sisa 2 poin, tapi City sekarang menang selisih gol.
WWW.JERNIH.CO – Manchester City kembali menunjukkan mentalitas juara mereka dalam perburuan gelar Premier League yang paling sengit dalam satu dekade terakhir. Bermain di Etihad Stadium pada Rabu (13/5/2026), skuad asuhan Pep Guardiola sukses melumat Crystal Palace dengan skor telak 3-0. Kemenangan ini tentu saja menambah poin City sekaligus mengirim pesan keras kepada sang pemuncak klasemen, Arsenal, bahwa City belum menyerah.
Meskipun Pep Guardiola melakukan rotasi dengan menyimpan Erling Haaland di bangku cadangan demi menjaga kebugaran jelang final FA Cup, City tetap tampil dominan. Sejak peluit awal, The Citizens langsung mengurung pertahanan The Eagles. Namun, gol pembuka baru tercipta pada menit ke-32 lewat skema yang cantik.
Phil Foden, yang tampil sebagai motor serangan, melepaskan umpan backheel cerdas yang membelah pertahanan lawan. Bola disambut oleh Antoine Semenyo yang dengan tenang menceploskan bola ke sudut gawang Dean Henderson.
Tak butuh waktu lama bagi City untuk menggandakan keunggulan. Pada menit ke-40, umpan matang Foden kembali membuahkan hasil; kali ini Omar Marmoush yang mencatatkan namanya di papan skor melalui penyelesaian akhir yang klinis.

Di babak kedua, City sedikit menurunkan tempo untuk mengontrol permainan. Namun, mereka tetap mampu menambah pundi-gawang pada menit ke-84 melalui Savinho, setelah menerima assist dari pemain pengganti, Rayan Cherki. Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini membuat Manchester City kini mengoleksi 77 poin, hanya terpaut dua poin di belakang Arsenal (79 poin). Menariknya, City kini unggul dalam selisih gol (+43 berbanding +42 milik Arsenal), sebuah faktor krusial yang bisa menentukan jika poin mereka berakhir sama.
Arsenal memegang kendali karena berada di posisi terdepan. Namun, Arsenal harus menghadapi Burnley di Emirates Stadium Senin depan. Kemenangan akan membawa mereka selangkah lagi menuju gelar pertama dalam 22 tahun. Sebaliknya, jika Arsenal terpeleset, City siap menerkam saat bertandang ke markas Bournemouth.
City membuktikan bahwa “tim pelapis” mereka (tanpa Haaland dan Doku di starting XI) masih mampu menang telak. Hal ini menjadi keunggulan strategis bagi Guardiola di tengah jadwal yang padat.
Sejarah mencatat City adalah pakar dalam menyapu bersih laga-laga terakhir. Arsenal, di bawah Mikel Arteta, telah berkembang pesat, namun mereka belum pernah berada di posisi di mana setiap kesalahan kecil berarti kehilangan gelar juara melawan mesin kemenangan seperti City.
Secara teknis, Arsenal tetap favorit karena unggul poin, namun kemenangan 3-0 City atas Palace ini mengubah narasi. City tidak hanya mengejar poin, mereka mengejar selisih gol. Jika Arsenal hanya menang tipis di laga sisa sementara City terus mencetak gol banyak, situasi bisa berbalik drastis pada hari terakhir musim.
Persaingan ini kemungkinan besar akan ditentukan hingga menit-menit terakhir di pekan ke-38. Bagi penikmat sepak bola, ini adalah drama terbaik; bagi fans Arsenal dan City, ini adalah ujian jantung yang sesungguhnya.(*)
BACA JUGA: Manchester City vs Soutampton, Jalan City Raih Double atau Triple Winner






