Militer Israel Investigasi Serdadu Yahudi yang Hancurkan Patung Yesus Kristus

- Laman kota Dibil membagikan foto itu bersama kutipan Alkitab; “Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.”
- IDF mengatakan bahwa mereka “tidak memiliki niat merusak infrastruktur sipil, termasuk bangunan atau simbol keagamaan.”
JERNIH — Militer Israel (IDF) menyelidiki serdadu Yahudi yang difoto sedang menghancurkan patung Yesus Kristus dengan palu.
Gambar itu semula diunggah reporter Palestina Younis Tirawi di X, tersebar luas secara online, dan menimbulkan kekhawatiran tentang potensi kerusakan situs-situs keagamaan.
Menurut Tirawi, insiden itu terjadi di Lebanon selatan. Komunitas lokal mengonfirmasi bahwa patung itu terletak di pinggir kota Dibil, sebuah permukiman Kristen di Distrik Birit Jbeil — dekat perbatasan Israel.
Laman kota Dibil membagikan foto itu bersama kutipan Alkitab; “Bapak, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.”
Dalam sebuah pernyataan di X, Minggu 19 April, IDF mengkonfirmasi keaslian gambar tersebut dengan mengatakan bahwa insiden itu dipandang ‘dengan sangat serius’ dan menggambarkan perilaku tentara tersebut sebagai “sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan.”
“Insiden itu sedang diselidiki oleh Komando Utara dan saat ini sedang ditangani melalui jalur komando. Tindakan yang sesuai akan diambil terhadap mereka yang terlibat sesuai temuan,” demikian pernyataan resmi IDF, seraya menambahkan personelnya membantu masyarakat memulihkan patung itu.
IDF mengatakan bahwa mereka “tidak memiliki niat merusak infrastruktur sipil, termasuk bangunan atau simbol keagamaan.”
Gambar tersebut memicu kemarahan di dunia maya, dengan mantan anggota Kongres Partai Republik AS Marjorie Taylor Greene membagikan unggahan dengan keterangan: “Sekutu terbesar kita yang mengambil miliaran dolar pajak dan senjata kita setiap tahun.” Mantan anggota parlemen AS Matt Gaetz menggambarkan insiden itu sebagai “mengerikan.”
Israel telah menyerang beberapa situs Kristen selama kampanyenya melawan Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon. Pada tahun 2023, pesawat Israel membom sebuah bangunan yang berdekatan dengan Gereja Ortodoks Yunani Santo Porphyrius, tempat suci Kristen tertua di Gaza, menewaskan 18 orang.
Tahun 2025, pecahan peluru tank Israel merusak Gereja Keluarga Kudus di Gaza, satu-satunya gereja Katolik di wilayah Palestina tersebut, dan menewaskan tiga orang.






