AS Bajak Kapal Kargo Iran, Tehran Menolak Berunding Putaran Kedua

- Dua kapal tangker LPG, Sabtu 18 April, mencoba melintas setelah mencapai perairan selatan Pulau Larak. IRGC memulangkannya.
- Satu kapal tangker LPG berbedera Angola keluar dari teluk dalam upaya kedua pada Sabtu 18 April dengan sinyal pemilik Cina.
JERNIH — Presiden Donald Trump, Minggu 19 April, mengatakan militer AS menyita kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade. Iran menyataan tidak akan hadir di perundingan perdamaian meski AS mengeluarkan ancaman.
“Kami memiliki kendali penuh atas kapal mereka dan sedang melihat apa yang ada di dalamnya,” kata Trump di media sosial. “AS membuat lubang di ruang mesih kapal itu.”
AS telah mempertahankan blokade pelabuhan Iran. Tehran sempat mencabut blokade Selat Hormuz, tapi memperlakukannya lagi setelah tahu AS mempertahankan blokade.
IRNA, kantor berita resmi pemerintah Iran, melaporkan Teheran menolak perundingan perdamaian baru dengan alasan blokade yang sedang berlangsung, perubahan posisi serta ‘tuntutan berlebihan’ Washington.
Trump sebelumnya telah memperingatkan Iran bahwa AS akan menghancurkan setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran jika Teheran menolak persyaratannya, melanjutkan pola ancaman serupa sepanjang perang.
Iran mengatakan bahwa jika AS menyerang infrastruktur sipilnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) akan menyerang pembangkit listrik dan pabrik desalinasi negara-negara tetangga Arab Teluk.
Di Selat Hormuz, dua kapal tanker gas minyak cair (LPG), Sabtu 18 April, mencoba melintas setelah mencapai perairan selatan Pulau Larak. Tasnim, kantor berita Iran, melaporkan IRGC memulangkan kapal itu.
G Summer, satu kapal tanker LPG berbedera Angola, keluar dari teluk dalam upaya kedua pada Sabtu 18 April, dengan sinyal pemilik Cina.






