MotoGP Jerez Spanyol; Alex Marquez Berpesta, Marc Terhempas dan Nestapa Ducati Lenovo

Alex Marquez tidak saja mampu menekan posisi, tetapi juga mengambil alih posisi pertama sang abang di sirkuit Jerez. Ia diapit dua pembalap Italia.
WWW.JERNIH.CO – Sirkuit Jerez menjadi panggung pembuktian bagi Alex Marquez. Dalam penampilannya yang ke-250 di Grand Prix, pembalap Gresini Racing ini menyuguhkan performa tanpa celah untuk memenangkan GP Spanyol.
Kemenangan ini menjadi kado ulang tahun ke-30 yang manis bagi Alex, sekaligus menjadi mimpi buruk bagi kakaknya, Marc Marquez.

Meskipun Marc Marquez meraih pole position dan memenangkan Sprint Race dalam kondisi hujan pada hari Sabtu, matahari terik yang menyinari sirkuit pada hari Minggu mengubah segalanya. Alex Marquez, yang menggunakan setup Ducati 2025, terbukti tidak terkalahkan dalam kondisi lintasan kering di Jerez.
Memulai balapan dari grid ke-5, Alex melakukan start yang sempurna. Setelah Marc memimpin di tikungan pertama diikuti oleh Marco Bezzecchi, Alex tidak membuang waktu. Ia segera menekan Bezzecchi ke posisi ketiga sebelum akhirnya melakukan manuver berani—sebuah tusukan tajam di sisi dalam—untuk merebut pimpinan balap dari sang kakak.
Drama terbesar terjadi pada lap ke-2. Marc Marquez, yang sedang dalam misi mengejar rekor kemenangan ke-100 di semua kelas Grand Prix, justru mengalami nasib sial. Saat mencoba menempel ketat Alex, Marc kehilangan kendali atas roda depan motornya di Tikungan 11.
Marc terjatuh secara spektakuler, membuat tribun penonton yang dipenuhi pendukung tuan rumah terdiam seketika. “Tidak banyak kata untuk mendeskripsikan momen ini, kami sangat kesulitan di awal tahun,” ujar Alex pasca-balap.

“Hari ini bagi saya jelas—langsung menekan sejak lap pertama dan mencoba memimpin. Sejak saat itu, saya tahu ritme motor sangat bagus hingga akhir,” tambahnya.
Nasib sial tim pabrikan Ducati Lenovo tidak berhenti pada jatuhnya Marc. Pembalap kedua, Francesco “Pecco” Bagnaia, juga harus menelan pil pahit. Pecco terpaksa menyudahi balapan lebih awal akibat masalah pada mesin GP26 miliknya. Kegagalan teknis ini melengkapi kegagalan total tim utama di akhir pekan yang seharusnya menjadi milik mereka.
Pemimpin klasemen, Marco Bezzecchi (Aprilia), harus puas finis di posisi kedua setelah gagal mengejar kecepatan Alex Marquez selama 25 putaran. Sementara itu, Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing berhasil mengamankan podium ketiga, sebuah hasil yang membawanya naik ke posisi tiga besar dalam klasemen kejuaraan dunia.
Kegagalan finis di balapan utama membuat posisi Marc Marquez di klasemen semakin terjepit. Ia kini terpaut 44 poin di belakang Bezzecchi, sementara kemenangan pertama di Jerez sejak 2019 masih terus meleset dari genggamannya.

Hasil dari balapan dramatis di Jerez telah memberikan perubahan signifikan pada papan atas klasemen sementara MotoGP 2026. Marco Bezzecchi dari tim Aprilia Racing kini semakin kokoh di puncak klasemen dengan raihan 101 poin, unggul cukup jauh dari rekan setimnya, Jorge Martin, yang menempati posisi kedua dengan 77 poin.
Kejutan datang dari Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) yang kini meroket ke peringkat ketiga dengan 65 poin, menggeser Pedro Acosta dari Red Bull KTM yang harus turun ke posisi keempat dengan 60 poin. Sementara itu, akibat kegagalan finis di balapan utama, sang juara bertahan Marc Marquez (Ducati Lenovo) kini terlempar ke posisi kelima dengan koleksi 57 poin, tertinggal 44 poin dari puncak klasemen.(*)
BACA JUGA: Dominasi Aprilia dan Drama Ban Marc Marquez di MotoGP Thailand 2026






