Stasiun Jatake Beroperasi Alternatif KRL Tangsel dan Kabupaten Tangerang

Stasiun Jatake yang disebut berdesain modern menambah perhentian kereta antara Stasiun Cicayur ke Parung Panjang. Apa saja fasilitas di dalam stasiun?
WWW.JERNIH.CO – Peresmian Stasiun Jatake yang terletak di KM 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung menandai era baru mobilitas yang lebih efisien, nyaman, dan ramah lingkungan.
Berlokasi strategis di antara Stasiun Cicayur dan Stasiun Parung Panjang, kehadiran stasiun ini bukan sekadar menambah titik pemberhentian Commuter Line, melainkan menghadirkan standar baru layanan kereta api kelas dunia di Indonesia.
Bagi warga yang bermukim di kawasan Pagedangan, Cisauk, hingga pengembangan kota mandiri seperti BSD City dan Hiera, Stasiun Jatake adalah jawaban atas penantian panjang akan akses transportasi yang lebih dekat.

Stasiun ini tidak hanya berfungsi sebagai gerbang mobilitas, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi baru yang dirancang untuk mendukung gaya hidup urban yang dinamis namun tetap berkelanjutan.
Apa yang membedakan Stasiun Jatake dengan stasiun KRL pada umumnya? Kehebatan utamanya terletak pada penerapan konsep Green Building. Di tengah isu perubahan iklim, stasiun ini hadir dengan instalasi panel surya yang mampu memasok kebutuhan listrik untuk penerangan operasional secara mandiri.
Arsitekturnya mengedepankan ventilasi silang (cross ventilation) yang memungkinkan sirkulasi udara alami berjalan optimal. Hal ini membuat area stasiun tetap sejuk dan segar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sistem pendingin udara (AC), sehingga jejak karbon yang dihasilkan sangat rendah.
Selain itu, Stasiun Jatake mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD). Artinya, pembangunan stasiun ini tidak berdiri terisolasi. Ia dirancang untuk terintegrasi langsung dengan kawasan hunian, perkantoran, dan pusat perbelanjaan di sekitarnya.
Dengan akses yang ramah bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda, Stasiun Jatake menciptakan ekosistem di mana penumpang bisa berpindah moda transportasi, bekerja, atau berbelanja hanya dengan berjalan kaki dari peron kereta.
Kehadiran Stasiun Jatake membawa dampak domino yang positif bagi masyarakat Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Manfaat paling terasa adalah efisiensi waktu tempuh. Warga Pagedangan kini tidak perlu lagi memutar jauh ke Stasiun Cisauk yang sering kali padat, sehingga waktu istirahat bersama keluarga menjadi lebih banyak.
Secara ekonomi, kehadiran infrastruktur ini secara otomatis mendongkrak nilai investasi properti di sekitarnya. Wilayah yang dulunya terpencil kini bertransformasi menjadi kawasan premium karena kemudahan aksesibilitas (walkability).
Dari sisi lingkungan, Stasiun Jatake berperan besar dalam mengurangi polusi udara. Dengan kapasitas pelayanan yang diproyeksikan mencapai 20.000 penumpang per hari, stasiun ini mendorong ribuan orang untuk meninggalkan kendaraan pribadi di rumah dan beralih ke KRL.
Penurunan volume kendaraan di jalan raya menuju Jakarta tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga menurunkan emisi gas buang secara kolektif di wilayah Tangerang Raya.

Dibangun di atas lahan seluas 2.435 m² dengan struktur bangunan tiga lantai yang megah, Stasiun Jatake menawarkan fasilitas yang memanjakan setiap penggunanya, antara lain;
Lantai Dasar: Fokus pada fungsionalitas utama sebagai area aktivitas penumpang. Di sini terdapat loket tiket, gerbang elektronik (gate) yang responsif, serta peron sepanjang 250 meter yang mampu menampung rangkaian kereta panjang (12 kereta atau SF12).
Lantai 1 (Lifestyle Hub): Ini adalah zona favorit para komuter. Lantai ini dirancang sebagai area komersial yang diisi oleh kafe-kafe ternama, gerai retail, dan convenience store. Penumpang bisa menikmati secangkir kopi atau sarapan sambil menunggu jadwal kereta tanpa harus meninggalkan area stasiun.
Aksesibilitas Inklusif: Stasiun ini sangat ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil. Fasilitas lift dan eskalator tersedia di setiap titik strategis, dilengkapi dengan guiding block yang tertata rapi.
Gedung Parkir Terpadu: Bagi mereka yang membawa kendaraan, tersedia area Park & Ride yang luas dan aman dengan sistem keamanan 24 jam. Tersedia pula ruang menyusui (nursery room) dan musholla yang didesain modern dan bersih layaknya hotel berbintang.

Dengan menggunakan KRL, berikut adalah perkiraan waktu perjalanan dari Stasiun Jatake:
- Ke Parung Panjang: ± 5 menit
- Ke Serpong: ± 15 menit
- Ke Tanah Abang: ± 45 – 55 menit
- Ke Rangkasbitung: ± 50 – 60 menit . (*)
BACA JUGA: Naikkan Tarif KRL PT KCI Gandeng Gojek






