Crispy

Tanker Raksasa Pertamina Pride Akhirnya Lolos dari Neraka Selat Hormuz

JERNIH — Di tengah berkecamuknya pertempuran udara antara Amerika Serikat dan Iran yang membakar pesisir Teluk baru-baru ini, sebuah kabar melegakan datang dari korps diplomasi dan maritim Indonesia. PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan kapal tanker raksasa Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride telah berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman dan selamat pada Rabu (8/7/2026) tengah malam.

Lolosnya kapal pembawa minyak mentah ini mengakhiri masa-masa menegangkan bagi ketahanan energi Indonesia, sekaligus menyusul keberhasilan kapal MT Gamsunoro yang sudah lebih dulu keluar dari wilayah konflik tersebut.

Keberhasilan ini menjadi sangat dramatis mengingat Selat Hormuz saat ini berstatus sebagai salah satu jalur laut paling berbahaya di dunia. Sejak Maret 2026 lalu, kedua kapal tanker milik PIS tersebut tertahan dan terisolasi di area Teluk Arab akibat meletusnya perang besar di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan udara AS-Israel.

Situasi bahkan semakin mencekam tepat di hari evakuasi kapal, di mana Komando Pusat AS (CENTCOM) gencar meluncurkan rudal ke wilayah pesisir Iran, yang langsung dibalas oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) dengan menghujani basis militer AS di Bahrain dan Kuwait menggunakan puluhan drone. Di tengah hujan peluru dan blokade ketat itulah, Pertamina Pride harus bermanuver mencari celah keselamatan.

“Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz semalam. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa,” tutur Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, melalui keterangan resmi pada Kamis (9/7/2026).

Pihak PIS menjelaskan bahwa pemilihan waktu dan rute pelarian Pertamina Pride tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui penilaian risiko (risk assessment) yang sangat ketat di bawah koordinasi berlapis dengan Kementerian Luar Negeri RI serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran.

Ada puluhan persyaratan ketat yang harus dipenuhi sebelum kapal diizinkan bergerak dari Teluk Arab pada Selasa (7/7/2026) pukul 13.00 waktu Dubai (16.00 WIB). Persyaratan tersebut mencakup jaminan asuransi internasional, kesiapan teknis tingkat tinggi, hingga kekuatan mental para kru kapal.

Selama melintasi titik kritis Selat Hormuz hingga Rabu pukul 00.15 WIB, pergerakan kapal dipantau selama 24 jam penuh tanpa jeda oleh tim darat yang bersiaga di Crisis Center PIS. Berkat ketepatan momentum, seluruh awak kapal dilaporkan berada dalam kondisi sehat dan selamat tanpa kurang satu apa pun.

Lepas dari mulut singa di Timur Tengah, kapal tanker berkasitas monster yang membawa 2 juta barel minyak mentah ini langsung tancap gas mengubah arah haluan menuju Indonesia. Pertamina Pride kini sedang berlayar membelah Samudra Hindia menuju kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah.

Kapal raksasa ini diperkirakan akan menempuh perjalanan laut sepanjang 15 hari ke depan dan dijadwalkan bersandar di dermaga Indonesia pada tanggal 23 Juli 2026 mendatang untuk langsung menyuplai kebutuhan bahan bakar nasional.

“PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat serta pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride, dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz,” tutup Vega.

Back to top button