CrispyVeritas

Target Kolonial Trump Terungkap? AS Bidik Pulau Kharg untuk Kuasai Sumber Utama Minyak Iran

  • Rencana ini menandakan pergeseran drastis strategi Donald Trump, dari serangan udara ke arah penguasaan sumber daya alam.
  • Menguasai Kharg berarti menguasai keran energi dunia dan melumpuhkan pendapatan rezim Iran secara total.

JERNIH – Di balik retorika perang melawan terorisme, niat terselubung Amerika Serikat dalam konfliknya dengan Iran mulai terkuak. Memasuki minggu kedua peperangan, sejumlah pejabat senior dan analis di Washington mulai secara terbuka membicarakan rencana untuk merebut aset paling berharga milik Teheran yakni Pulau Kharg, jantung ekspor minyak Iran.

Rencana ini menandakan pergeseran drastis strategi Donald Trump, dari serangan udara ke arah penguasaan sumber daya alam secara langsung. Penasihat Gedung Putih, Jarrod Agen, memberikan sinyal paling jelas mengenai ambisi ini dalam wawancara dengan Fox Business, Jumat (6/3/2026).

Ia menegaskan bahwa tujuan akhir AS adalah memastikan cadangan minyak masif Iran tidak lagi dikuasai oleh rezim Teheran. “Apa yang ingin kami lakukan adalah mengambil cadangan minyak besar di Iran keluar dari tangan teroris,” ujar Agen. “Pada akhirnya, kita tidak perlu lagi khawatir tentang masalah di Selat Hormuz.”

Agen bahkan membandingkan rencana di Iran dengan apa yang terjadi di Venezuela, di mana kendali industri minyak negara tersebut jatuh ke tangan perusahaan energi AS setelah Washington berhasil menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Mengapa Pulau Kharg Begitu Vital?

Pulau Kharg bukanlah target sembarangan. Terletak di Teluk sekitar 30 kilometer dari daratan utama Iran, pulau kecil ini adalah urat nadi ekonomi Iran. Hampir seluruh ekspor minyak mentah Iran melalui terminal di pulau ini. Menguasai Kharg berarti menguasai keran energi dunia dan melumpuhkan pendapatan rezim Iran secara total.

Michael Rubin, peneliti senior dari American Enterprise Institute, menyebut rencana perebutan pulau ini sebagai langkah yang “sudah sangat jelas” (no-brainer). Menurutnya, mengambil alih sumber daya energi adalah cara tercepat untuk mencekik pendapatan pemerintah Iran.

Meskipun selama ini Donald Trump secara publik menolak pengiriman pasukan darat, laporan terbaru menunjukkan adanya perubahan sikap di balik pintu tertutup. NBC News melaporkan bahwa Trump telah menyatakan “ketertarikan serius” untuk mengirim unit kecil pasukan khusus ke dalam wilayah Iran.

Sumber menyebutkan bahwa ini bukan invasi skala besar, melainkan pengerahan unit strategis untuk menjalankan operasi khusus di lapangan—yang diduga kuat berkaitan dengan pengamanan instalasi minyak dan gas di Pulau Kharg serta wilayah pesisir lainnya.

Back to top button