Trump Frustrasi, Israel Serang Iran

- Seorang pejabat senior militer Israel mengatakan Isral tidak sendirian menyerang Iran, tapi bersama AS.
- Trump diberi tahu bahwa serangan apa pun terhadap Tehran hampir pasti tidak akan menjadi pukulan tunggal yang menentukan.
JERNIH — Beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan frustrasi berunding dengan Iran, militer Israel melancarkan serangan pendahuluan dengan membom Tehran.
CBS News, mengutip sumber anonim, memberitakan ajudan Trump menggambarkan bagaimana sang presiden semakin putus asa dengan keterbatasan pengaruh militer terhadap Iran. Trump diberi tahu bahwa serangan apa pun terhadap Tehran hampir pasti tidak akan menjadi pukulan tunggal yang menentukan. Iran bukan Venezuela, atau negara yang semaput sekali pukul.
Axios yang kali pertama melaporkan detail keputus-asaan Trump. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump membantah laporan apa pun bahwa Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Gabungan, menentang AS berperang dengan Iran.
Di Tel Aviv, Menhan Israel Katz — dalam pernyataan yang dikutip Sabtu 28 Februari — mengatakan serangan pendahuluan ini bertujuan menghilangkan ancaman. Ia juga mengatakan pihak berwenang telah memberlakukan keadaan darurat di seluruh Israel, karena Iran diperkirakan akan membalas dalam waktu dekat.
Seorang pejabat senior militer Israel mengatakan Isral tidak sendirian menyerang Iran, tapi bersama AS. Kepada Channel 13, pejabat itu mengatakan ini serangan gabungan AS-Israel yang telah direncanakan berbulan-bulan. Seorang pejabat AS tak disebut nama mengkonfirmasi kepada Wall Street Journal bahwa AS terlibat dalam serangan ini.
Russia Today melaporkan dari Tehran dua gumpalan asap besar membumbung di atas gedung-gedung ibu kota Iran. Channel 12 Israel mengklaim serangan itu ditujukan untuk membunuh rezim Iran. Salah satu serangan diluncurkan ke fasilitas kepresidenan Iran.
Serangan itu terjadi kurang 48 jam setelah putaran terbaru pembicaraan Iran-AS mengenai program nuklir Tehran gagal menghasilkan terobosan. AS menuntut Iran membongkan infrastruktur nuklirnya, dan membatasi program rudal balistik, dan menghentikan dukungan untuk sekutu-sekutunya. Tehran mengatakan Iran berhak memiliki semua senjata.






