Crispy

Warong Nasi Pariaman Tutup, Penikmat Nasi Padang di Singapura Meratap

  • Pelanggan dari berbagai generasi mengenang Warong Nasi Pariaman untuk dua hal; hidangan yang enak dan otentik dan keramahan Keluarga Haji Isrin — pendiri dan pemilik restoran legendaris itu.
  • Faishal Ibrahim, pejabat menteri yang bertanggung jawab atas urusan Muslim, mengunjungi Keluarga Haji Isrin untuk mengatakan bahwa Warong Nasi Pariaman telah menjadi bagian Melayu Singapura.

JERNIH — Warong Nasi Pariaman, restoran Indonesia paling populer di Singapura, mengumum akan tutup pada 31 Januari 2026 setelah 78 tahun melayani pelanggan setia dari berbagai bangsa.

Terletak di Jl Kandahar, Kampong Gelam, Warong Nasi Pariaman melayani sekitar seratus pelanggan setianya, Kamis 22 Januari 2026. Sejak pukul 09:00 pagi pelanggan datang silih-berganti untuk menikmati nasi padang otentik untuk kali terakhir.

Situs ChannelNewsAsia menulis Warong Nasi Pariaman adalah warung nasi padang tertua di Singapura, dan telah menjadi bagian tak terpisahkan Kampong Gelam sejak didirikan Haji Isrin dari Pariaman, Sumatera Barat tahun 1948.

Menurut beberapa pelanggan, Warong Nasi Pariman telah menjadi restoran favorit keluarga selama beberapa generasi. Kehilangan resto populer ini tidak hanya ditangisi generasi tua tapi juga oleh mereka yang baru mengenalnya.

Banyak pelanggan berharap resto serupa buka di tempat lain, dan tetap menyajikan nasi padang. Sejumlah pelanggan menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga pemilik, atas kontribusi mereka terhadap kuliner Melayu di Singapura.

Faishal Ibrahim, pejabat menteri yang bertanggung jawab atas urusan Muslim, mengatakan dalam unggahan media sosial bahwa pihaknya telah mengunjugi Keluarga Haji Isrin, Rabu 21 Januari lalu.

“Bagi banyak keluarga, termasuk keluarga saya, kunjungan ke Kampong Gelam dan makan di Warong Nasi Pariaman sudah sangat lama. Nilai restor ini benar-benar tak terukur bagi masyarakat Melayu Singapura,” kata Faishal Ibrahim..

Faishal Ibrahim melanjutkan; “Saya menyampaikan kepada keluarga bahwa saya berharap mereka tahu bahwa mereka sangat dihargai, dan makanan mereka menjadi bagian kenangan warga Singapura selama bertahun-tahun.”

Ramah

Haji Isrin, pemilik Warong Nasi Pariaman, terkenal ramah. Ia memperlakukan pelanggan dan calon pelanggan seperti keluarga sendiri.

Wini, seorang pelanggan tetap berusia 40 taun, masih ingat bagaimana keluarganya diundang ke perniahan putri keluarga Haji Isrin di akhir tahun 1990-an.

“Itu sangat menyenangkan. Acara diadakan di tempat mereka. Mereka menutup jalan agar para tamu dapat menikmati makan siang pernikahan,” kenang Wini.

Empat generasi keluarga Wini, dari kakek-nenek sampai anak-anaknya, menemukan kenyamanan di Warong Nasi Pariaman. Hindangan favorit Keluarga Wini adalah ayam bakar, gulai sotong, rendang, dan perkedel kentang.

“Saya pasti merindukan orang-orang dari Warong Nasi Pariaman. Mereka, semuanya, sangat ramah dan menyenangkan,” kata Wini.

Pelanggan Warong Nasi Pariaman tidak hanya etnis Melayu. Darry Lim, berusia 69 tahun, menulis di laman Facebook-nya bahwa menu favoritnya adalah ikan bakar yang dihidangkan dengan cabe ijo, bawang bombai dan kecap hitam. Lainnya adalah telur dadar.

“Itu hidangan luar biasa,” kata Lim.

Senada dengan Wini, Lim juga merasakan keramahan pemilik dan semua yang bekerja di Warong Nasi Pariaman. “Senyuman mereka sama lezatnya dengan makanan yang disajikan,” kenang Lim.

Back to top button